Susy Susanti Mengakui Sektor Tunggal Indonesia Masih Inkonsisten

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Jumat, 7 Juni 2019

Indolinear.com, Jakarta – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, menyoroti kiprah tim Indonesia pada Piala Sudirman 2019. Ia menilai penampilan para pemain tunggal masih inkonsisten.

Indonesia tersingkir dari Piala Sudirman 2019 setelah dikalahkan Jepang 1-3 pada babak semifinal di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Sabtu (25/5/2019). Pada pertandingan itu, Anthony Sinisuka Ginting menampilkan permainan cukup baik saat melawan Kento Momota.

Namun, Anthony dinilai masih banyak membuat kesalahan-kesalahan sendiri, terutama pada poin-poin kritis.

“Konsistensinya yang harus ditingkatkan lagi. Secara peringkat kan mereka sudah ada di sana, cuma konsistennya waktu main itu,” kata Susy yang dikutip dari Kompas.com (06/06/2019).

“Bisa main bagus, tahu-tahu nggak bisa stabil, baik Anthony maupun Jonatan (Christie),” ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.

Susy ingin para pemain tunggal putra Indonesia bisa tampil lebih matang dan stabil seperti halnya Momota.

“Seperti Momota yang bisa jaga banget, enggak pernah kalah dari yang enggak-enggak. Seorang pemain bisa dilihat matangnya dari situ,” kata Susy.

“Sama seperti Viktor Axelsen (Denmark) dan Chen Long (China), mereka kalau pun kalah sama pemain yang selevel, paling enggak, lima besar dunia.” Tunggal putri Susy juga menyayangkan penampilan pemain tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang tidak maksimal.

Pada laga melawan Jepang kemarin, Gregoria dikalahkan Akane Yamaguchi dalam dua gim langsung, 13-21, 13-21.

“Gregoria itu butuh kerja keras, butuh penanganan lebih. Dia pukulannya bagus, tetapi enggak bisa tahan lama sampai akhir. Tunggal putri memang ketinggalan banyak dibanding sektor lain,” ujarnya.

“Di ganda putri, Greysia/Apriyani harus tingkatkan lagi power dan ketahanannya. Ganda putri Jepang itu kuat dan tahan, kita juga harus bisa mengimbangi mereka, kalau tidak, gimana mau mengalahkan mereka?” ucap Susy.

Meski begitu, Susy mengapresiasi kekompakan para atlet yang terus memberikan dukungan kepada rekan-rekan setim, terutama terhadap mereka yang sedang bertanding. “Kalau dari segi kekompakan, semua betul-betul kompak dan support.

Atlet-atlet yang di luar lapangan berikan dukungan ke temannya yang lagi main. Kualitas permainan yang harus ditingkatkan lagi,” tutur Susy.

Tim Indonesia mendapat medali perunggu pada Piala Sudirman 2019 bersama tim Thailand. Sedangkan Jepang dan China tengah memperebutkan gelar juara pada laga final yang tengah berlangsung di Guangxi Sports Center Gymnasium. (Uli)