Susno Duadji Kini Bertani Cabai Setan dan Karet `Mengkeret`

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Rabu, 15 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Masih ingat dengan kasus Cicak vs Buaya pada 2009 silam? Kasus tersebut mencuatkan nama Susno Duadji, Kapolda Jabar pada 2008 yang kemudian menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Saat menjabat petinggi Polri, pria kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan pada 1 Juli 1954 ini sering muncul di layar kaca.

Namanya semakin terkenal setelah kasus gesekan antara KPK dan Polri yang akhirnya memunculkan istilah Cicak vs Buaya, dilansir dari Dream.co.id (13/01/2020),

Setelah tidak lagi berseragam polisi, kini kehidupan Susno berubah 180 derajat. Dia menanggalkan seragam dengan bintang tiga di pundaknya. Berganti kaos oblong dan topi untuk menjadi menjadi petani di tanah kelahirannya Pagar Alam.

Hal itu terlihat dari beberapa postingan Susno di akun Instagram miliknya di @susno_duadji.

Jadi Petani Karet di Kampung Halaman

Rupanya Susno sekarang menjadi petani karet dan beberapa tanaman produktif lainnya.

Dalam salah satu video di Instagram, Susno mengeluh tentang harga karet yang sekarang lagi anjlok.

Menurut Susno, hasil panen karet ternyata bisa naik juga turun. Pohon karet di kebunnya sudah ditanam selama 10 tahun.

Namun dia hanya bisa menikmati hasilnya dalam beberapa tahun saja.

Cabai Setan dan Aktif di Medsos

Selain karet, Susno tampak melakukan aktivitas di kebun cabai yang dia sebut cabai setan.

Menurut Susno, cabai setan terkenal bandel, tidak manja seperti tanaman cabai lainnya.

Cabai setan tahan dari penyakit dan buahnya selalu ada walaupun di musim kemarau.

“Harga masih lumayan, shg agak terobati harga karet, kopi, lada, sawit, tomat yg anjelok, lumayan,” katanya.

Tak hanya itu, Susno juga mengunggah foto-foto dirinya sedang meninjau kebun kopi miliknya.

Susno berharap, harga kopi di tahun 2020 bisa bikin tersenyum petani kopi seperti dirinya.

Tidak hanya Instagram, Susno juga aktif di Facebook. Dia sering mengunggah foto-foto aktivitasnya saat bertani di perkebunan miliknya.

Harga Karet ‘Mengkeret’ Di Bawah Rp7.000

Dalam postingan lainnya, Susno tampak sedang menyadap karet ditemani oleh seorang pria.

Di bagian caption, Susno menuliskan keluhan soal harga karet yang terus menurun.

“Oh karet, mengapa hargamu mengkeret.. kapan bangkit lagi, rakyat menunggu dan menunggu,” tulis Susno.

Susno kemudian menceritakan harga karet yang turun drastis. Dari Rp22 ribu pada enam tahun lalu, sekarang di bawah Rp7.000.

Alasan Memilih Bertani Dibanding Karier Polisi

Susno mengungkapkan alasan dirinya memilih bertani dibanding berkarier di Kepolisian yang membesarkan namanya.

Dia mengatakan bahwa bertani adalah cita-citanya setelah pensiun. Terlebih Susno juga berasal dari lingkungan keluarga petani kecil di daerah asalnya.

” Ya memang saya terlahir dari suatu keluarga di pedesaan yang sehari-harinya adalah petani kecil.”

” Sehingga begitu memasuki usia pensiun, saya kembali ke habitat sebagai petani kecil di pedesaan, memang inilah cita-cita saya.”

Menurut Susno, dunia tani jika ditekuni dan dikelola dengan baik. Dengan perhitungan dan penanaman yang ekonomis serta variatif maka hasilnya lumayan bagus, tidak kalah jauh dari aparat pegawai negeri.

” Dan yang lebih mahal harganya adalah: hidup tenang dan sehat, bahagia lahir batin,” katanya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: