Survei LSI: Masyarakat Ingin Memprioritaskan Ekonomi Lebih Besar Dibanding Kesehatan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 19 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan hasil sigi terkait prioritas masyarakat antara ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Pertanyaan yang diajukan ialah ‘sekarang ini, menurut Ibu/Bapak sebaiknya lebih memprioritaskan pada masalah kesehatan atau ekonomi’?

“Pada periode survei Juni 2021, jumlah responden yang ingin pemerintah prioritaskan masalah ekonomi lebih besar (50,7%) dibanding yang ingin masalah kesehatan diprioritaskan hanya 46,2%,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan, Minggu (18/7).

Sementara itu, berdasarkan hasil rekap survei LSI, mayoritas responden menganggap Covid-19 sama-sama mengancam terhadap kesehatan (92%) dan ekonomi masyarakat Indonesia (95,8%).

“Jumlah responden yang menilai covid-19 mengancam ekonomi lebih besar,” ucapnya, dilansir dari Tribunnews.com (18/07/2021).

Sedangkan mayoritas responden (70,9%) menilai besar kemungkinan kehidupan akan lebih buruk karena dampak ekonomi dari wabah Covid-19.

Berdasarkan hasil survei LSI .ayoritas ingin PSBB dihentikan agar ekoomi bisa berjalan (57% responden), sementara 39% responden ingin PSBB dilanjutkan agar penyebaran virus bisa diatasi.

Jumlah responden yang ingin PSBB dihentikan selalu lebih banyak di Juli (60,6% responden) ingin PSBB dihentikan, dan di September 2020 ada 54% responden.

Berdasarkan hasil sigi LSI keadaan Ekonomi Nasional Dinilai Sedang Buruk Ada 56,5% responden yang menilai keadaan ekonomi nasional secara umum saat ini buruk.

“Jumlah tersebut meningkat dibanding periode Januari 2021 di mana hanya 42,4% responden yang menilai buruk,” tambahnya.

Akan tetapi, jumlah itu belum setinggi penilaian  pada Mei 2020 yang saat itu 81% responden menilai keadaan ekonomi buruk.

Mayoritas responden (69%) mengalami penurunan pendapatan rumah tangga sejak imbauan bekerja dan belajar dari rumah. Dari jumlah tersebut, 74,9% di antaranya menilai penurunannya dalam jumlah banyak jika dibandingkan sebelum Covid-19.

Survei LSI dilakukan pada 20 hingga 25 Juni 2021 dengan melibatkan sekitar 1.200 responden.

Dengan asumsi metode simple random sampling, memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar ±2.88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.  Sampel ini berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional. (Uli)