Sup Kelelawar Diduga Awal Munculnya Virus Corona Di Wuhan China

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 25 Januari 2020

Indolinear.com, China – Dunia dihebohkan dengan penyebaran wabah corona yang telah menjangkiti lebih dari 600 orang dan menewaskan 17 orang.

Wabah yang mirip penyakit flu hingga menjadi lebih parah seperti SARS dan MERS ini pertama kali ramai di kota Wuhan, China pada awal Januari 2020 ini.

Seperti dikutip dari Tribunnews.com (24/01/2020), para ilmuwan dari laporan Buletin Sains China menyatakan sup kelelawar yang terkenal di kota Wuhan diduga menjadi penyebabnya.

Hal itu juga diperkuat dengan beredarnya sebuah video di dunia maya, yang menampilkan tampilan sup yang tidak wajar.

Seperti di bagian wajah kelelawar yang menyeringai dan perutnya mengambang berwarna merah.

“Virus corona di Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar, tetapi antara kelelawar dan manusia apa yang jadi perantaranya masih belum diketahui,” kata seorang ilmuwan.

Berdasarkan informasi resmi di cdc.gov, virus corona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan, termasuk unta dan kelelawar.

Namun, terkadang virus corona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi dan membuat orang sakit, menjadi virus corona manusia yang baru 2019 Novel Coronavarius (2019-nCoV), SARS-CoV, dan MERS-CoV.

Saat ini, pemerintah kota Wuhan telah mengisolasi 11 juta warganya agar virus tidak menyebar.

Pemerintah menutup semua jaringan trasnportasi perkotaan dan penangguhan penerbangan keluar kota.

Pemerintah Wuhan juga mengimbau agar warganya tidak meninggalkan kota terkecuali dalam keadaan mendesak.

Pemerintah China melaporkan ada sekitar 500an orang telah terinfeksi virus corona, diantaranya 20 pekerja medis, serta 17 orang meninggal dunia.

Direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global Profesor Neil Ferguson mengatakan, ada 4.000 jiwa di Wuhan yang diperkirakan terinfeksi virus corona. (Uli)

INDOLINEAR.TV