Sumpah, Gue Pemuda Indonesia Jaman Now…

dok indolinear.com/indolinear.com
Minggu, 29 Oktober 2017

Ini memang bukan jaman lagi para pemuda/i  angkat senjata. Atau ini bukan juga jamannya kita berteriak-teriak merdeka atau mati untuk saling menyemangati. Tapi yang pasti, jaman dulu dan jaman ini, kita masih satu, masih sama-sama pemuda Indonesia. Bedanya hanya penggunaan panggilan kerennya. Dulu, Pemoeda Tempo Doeloe. Sekarang, Pemuda Jaman Now.

Kesamaan lainnya yang mesti digarisbawahi, Pemoeda Tempo Doeloe dan Pemuda Jaman Now adalah anak-anak Indonesia yang memiliki tujuan untuk sejahtera dan bahagia dan atau mensejahterakan dan membahagiakan.

Pemoeda Tempo Doeloe mengangkat senjata untuk mendapatkan kemerdekaan dengan harapan dapat merasakan sejahtera atau bahagia untuk dirinya, orang tuanya dan keluarganya. Lebih luas, tujuan para Pemoeda Tempo Doeloe berperang dan rela mati untuk cita-cita dapat mensejahterakan dan membahagiakan para penerus bangsa ini, yang sama sekali mereka tidak kenal namun, mereka rela perjuangkan.

Pemoeda Tempo Doeloe itu banyak sekali. Dari yang kita kenal dalam literatur sejarah, dan yang sama sekali tidak tercatat dan tidak dikenang namanya. Mereka yang tercatat diantaranya,  Soekarno Muda, Bung Hatta muda, Tan Malaka Muda, Sudirman Muda, dan banyak lainnya. Sementara yang tidak tercatat lebih banyak jumlahnya dari yang dapat tersebut namanya saat ini.

Terlepas dari literatur, tercatat atau tidak nama mereka dalam buku sejarah Indonesia, tujuan mereka – para Pemoeda Tempoe Doeloe rela berjuang dan mati tanpa tanda jasa – tetap sama. Sangat ingin sejahtera dan bahagia serta ingin mensejahterakan dan membahagiakan bangsanya.

Bagaimana dengan Pemuda Jaman Now? Berbeda era dan jaman, namun tujuan dari Soempah Pemoeda 1928 silam harusnya tetap terpatri di sanubari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang diucapkan Presiden Soekarno pada pidatonya, “Berikan padaku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Tidak lain tidak bukan, pidato itu menunjukkan betapa pentingnya anak muda di masing-masing era dan jamannya.

Jangan Pemuda Jaman Now hanya jadi followers. Jangan juga Pemuda Jaman Now hanya jadi konsumen. Pemuda Jaman Now harus bisa menunjukkan kualitas Pemuda Indonesia kekinian. Pemuda yang harus diperhitungkan dalam tataran politik, ekonomi, sosial, budaya dunia internasional.

Marilah Pemuda Jaman Now, tunjukkan eksistensi positif sebagai rasa terima kasih kepada para Pemoeda Tempo Doeloe yang rela berjuang dan mati. Terus gali dan asah kemampuan terbaik sebagai pemuda. Tunjukkan bahwa kemampuan itu ada.

Harus Pemuda Jaman Now tunjukkan kemampuan seperti pembalap muda Rio Haryanto yang bisa bertanding di balapan dunia Formula 1. Harus bisa juga kedepannya bertambah pemain-pemain muda sepakbola Indonesia melebihi kualitas yang saat ini dimiliki Evan Dimas dan atau melebihi kualitas Eggy Maulana yang masuk 60 besar pemain terbaik dunia.

Kalau itu terlalu berat, marilah kita Pemuda Jaman Now, menjadi pribadi yang berguna bagi lingkungan terkecil kita dan tidak merugikan orang lain.  Jangan Pemuda Jaman Now mati karena narkoba atau mati karena tawuran dan balap liar. Tunjukkan kualitas dan kelas demi membalas jasa para Pemoeda Tempo Doeloe.

Salam dan Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 89 dan Sumpah, Gue Pemuda Indonesia Jaman Now yang mau mengasah kemampuan… Lu Gimana Bro and Sis?

King Hendro Arifin, S.Sos, MH
Penulis Merupakan Direktur indolinear.com

%d blogger menyukai ini: