Suksesnya Akira Toriyama, Pencipta Dragon Ball Yang Tidak Kuliah

FOTO: detik.com/indolinear.com
Selasa, 7 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Bertarunglah Dragon Ball

Dengan segala kemampuan yang ada

Bila kembali dari langit

Semoga hidup kan jadi lebih baik…

Siapa yang nyanyi baca lirik lagu di atas? Hampir semua, terutama anak-anak dekade 90-an, pasti tahu lirik tersebut adalah lagu dari serial kartun anak Dragon Ball. Ya, Dragon Ball adalah salah satu manga/anime yang paling populer di Jepang, bahkan dunia. Dragon Ball juga menjadi inspirasi dari manga/anime populer lainnya.

Ada orang jenius di balik lahirnya Dragon Ball, dia adalah Akira Toriyama. Lahir di Jepang pada 5 April 1955, Akira sudah sudah punya ketertarikan menggambar sejak kecil. Karena manga adalah satu-satunya hiburan yang memukau anak-anak pada masa itu, Akira bercita-cita menjadi seorang seniman. Dia biasa menggambar karakter manga dan animasi bersama teman-teman SD-nya.

“Saya selalu suka menggambar. Ketika saya masih kecil, kami tidak memiliki banyak bentuk hiburan seperti yang kami lakukan hari ini, jadi kami semua menggambar. Di sekolah dasar, kami semua menggambar manga atau karakter animasi dan menunjukkannya satu sama lain,” kenang Akira dalam sebuah wawancara, dikutip dari Detik.com (05/06/2022).

Tidak seperti anak-anak lain yang menganggap seni cuma sebagai hobi, Akira terus menggambar di atas kertas dan juga mulai menggambar potret teman sekolahnya. Kemudian, ia menghadiri kelas menggambar lingkungan dan mendapat hadiah karena menggambar orang yang menonton Disney’s 101 Dalmatians.

Setelah beberapa tahun lulus pendidikan dasar, Akira sempat kehilangan minatnya pada komik dan kartun. Perhatiannya mulai beralih ke film aksi, seperti film perang hingga fiksi ilmiah. Minat menggambarnya kembali saat Akira masuk sekolah menengah atas. Ia sekolah di Okoshi Technical High School dan memilih jurusan desain untuk mengasah kemampuan menggambarnya.

Lulus dari sekolah menengah atas, Akira tak lantas melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Dengan menentang keinginan dari orang tuanya, Akira memutuskan untuk langsung memulai kariernya. Dia mendapat pekerjaan pertamanya pada usia 20 tahun sebagai desainer grafis in-house di sebuah perusahaan periklanan kecil di Nagoya. Dia mengundurkan diri dua setengah tahun kemudian karena bosan dengan pekerjaannya.

Pada tahun 1977, Akira mengikuti kontes dan bersaing menjadi salah satu seniman amatir yang disponsori oleh Shonen Jump, sebuah majalah mingguan dari penerbit manga besar Shueisha. Cerita yang dibuat Akira memikat hati para editor dan berhasil membawanya jadi kartunis di majalah tersebut.

Di tahun berikutnya, Akira memulai debutnya di industri manga dengan ‘Wonder Island’ untuk Shonen Jump. Namun karyanya ini gagal menarik perhatian pembaca. Ia juga sempat menawarkan beberapa proyek manga baru namun ditolak. Masa kelam ini bisa saja mengakhiri ambisinya, jika ia tak bertahan.

Pada 1980, Akira akhirnya menciptakan karya cukup booming, yakni Dr Slump. Manga ini mengisahkan seorang ilmuwan lucu Dr. Senbei Norimaki dan robotnya Arale. Karya Akira ini diterbitkan setiap minggu selama lima tahun di Shonen Jump.

Kisah Dr Slump juga memenangkan penghargaan ‘Shogakukan Manga Award’ untuk kategori Manga Series of the Year pada tahun 1981. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi serial anime yang ditayangkan di Fuji TV dari tahun 1981 hingga 1986.

Setelah sukses besar dengan karya Dr. Slump, Akira menciptakan manga lain, Dragon Boy, yang terinspirasi oleh film Jackie Chan tahun 1978 yang berjudul Jui Kuen (The Drunken Master). Dragon Boy ditampilkan di Shonen Jump pada tahun 1983.

Cerita Dragon Boy ini menjadi cikal-bakal Akira menciptakan maha karyanya, Dragon Ball, yang populer di seluruh dunia. Awalnya, Akira berencana menerbitkan Dragon Ball hanya selama satu tahun. Tapi karena laku keras, ia mengubah rencananya.

Manga ini berhasil diterbitkan selama 11 tahun, dari 1984 hingga 1995, dengan 519 bab yang dibagi menjadi 42 volume buku komik. Seri manganya diakui secara luas dan penjualan akhirnya tembus 156 juta kopi di Jepang.

Karena kesuksesannya yang luar biasa, manga ini juga diterbitkan dalam edisi asing di seluruh Asia dan Eropa. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi serial anime, film televisi, dan video game. Animenya saat itu juga memiliki rating paling tinggi di Amerika Serikat.

Setelah menciptakan cerita Dragon Ball terakhirnya pada tahun 1989, Akira mulai mengerjakan sekuelnya, yakni Dragon Ball Z. Dragon Ball Z punya cerita dengan komedi yang lebih sedikit dan lebih banyak aksi, terutama menampilkan seni bela diri.

Sama seperti pendahulunya, Dragon Ball Z yang muncul perdana di Jepang pada 1988 juga mendulang kesuksesan. Manga ini juga menjadi serial televisi animasi dengan rating tinggi. Dengan total 291 episode yang diproduksi selama tujuh tahun mulai dari 1989, serial ini kemudian menjadi acara populer yang ditonton secara global.

Selama bertahun-tahun kontribusinya pada komik, Akira menerima ‘Prix Special 40th Anniversary Festival Award’ di Festival Komik Internasional Prancis pada tahun 2013. Pada 2019, seri manga asli Toriyama terjual 350 juta kopi di seluruh dunia. (Uli)

loading...