Sudah Recall Besar-Besaran Hyundai Juga Kena Denda Ratusan Miliar

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 6 Desember 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Recall atau penarikan kembali untuk perbaikan yang dilakukan Hyundai pada 2017 menimbulkan kerugian besar. Setidaknya saat itu ada 1,5 juta mobil Hyundai di Amerika Serikat, Kanada, dan Korea Selatan.

Itu merupakan recall terbesar yang terjadi pada 2017. Di Amerika Serikat, tercatat 1,19 juta mobil yang masuk daftar recall. Sementara di Kanada mencapai 114 ribu, dan sisanya di Korea Selatan. Demikian seperti dilansir dari Liputan6.com (04/12/2020).

Masalah saat itu adalah soal mesin. Kesalahan mesin terjadi saat produksi kendaraan yang bisa menyebabkan keausan bantalan lebih cepat di dalam mesin, seperti yang diungkapkan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).

Mobil yang terimbas saat itu adalah Hyundai Sonata produksi 2011-2014 dan Santa Fe Sport produksi 2013-2014. Ada juga model Kia lain yang terimbas. Pabrikan asal Korea Selatan itu memberikan penggantian mesin secara gratis.

Kini, sebagai bagian dari perjanjian, Hyundai akan membayar denda tunai sebesar USD 54 juta atau setara Rp 764 miliar (Kurs USD 1 = Rp 14.162).

Selain itu, Hyundai harus melakukan investasi sebesar USD 40 juta untuk meningkatkan operasi keselamatannya.

Hyundai juga mungkin diminta membayar biaya penangguhan sebesar USD 46 juta, yang nantinya akan tergantung pada kepatuhan perusahaan dengan Perintah Persetujuan NHTSA.

Investasi Besar

Sebagai informasi, investasi USD 40 juta itu harus digunakan untuk membangun laboratorium pengujian dan inspeksi lapangan keselamatan di Amerika Serikat, serta menerapkan sistem IT baru unutk analisis data keselamatan yang lebih baik dan identifikasi masalah keamanan potensial.

“Keamanan pelanggan adalah prioritas tertinggi kami dan kami mengambil tindakan segera untuk meningkatkan tanggapan kami terhadap potensi masalah keamanan,” kata Chief Safety Officer Hyundai Motor North America, Brian Latouf.

“Kami menghargai hubungan kolaborasi dan kooperatif dengna NHTSA dan Departemn Teransportasi AS, dan kami akan terus bekerja sama dengan badan tersebut utnuk secara proaktif mengidentifikasi dan mengatasi masalah keselamatan. Kami berkomitmen untuk menjadi yang terbaik,” sambungnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: