Stabilkan Harga, Pemkot Tangsel Lakukan Operasi Pasar

FOTO: Eksklusif Diskominfo Tangsel for indolinear.com

Indolinear.com, Tangsel – Memasuki bulan Ramadhan, terdapat beberapa bahan pokok yang naik harga. Hal ini akibat dari melonjaknya permintaan konsumen terhadap bahan pokok di bulan puasa. Namun beberapa hari berlalu harga bahan pokok sudah mulai menurun.

Untuk menstabilkan harga tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melakukan pemantauan hingga melakukan operasi pasar di beberapa wilayah Tangsel.

Seperti baru-baru ini dilaksanakan di Pasar Serpong, Pemkot Tangsel bekerjasama dengan Kementrian Perdagangan, importir dan distributor memasok sebanyak 3 Ton bawang putih di Pasar Serpong.

Operasi pasar ini tujuannya bukan menjual langsung pada konsumen, tapi kepada para pedagang. Sehingga tidak menyaingi pedagang, jadi rantai untuk sampai ke konsumen tetap ke pedagang. Pedagang dapat harga termurah yaitu 25 ribu perkilogramnya, kemudian harus menjual tidak boleh lebih mahal dari Rp 32 ribu perkilogram. Diketahui juga saat ini harga bawang putih sudang berangsur menurun.

Kalau tadi ada pedagang bawang putih bilang sebelumnya Rp 80 ribu perkilo dan sekarang berangsur-angsur turun. Sekarang Rp 60 ribu ada yang Rp 50 ribu. Diharapkan ini akan terus terjadi penurunan signifikan sampai harga normal kembali sampai yang kita inginkan Rp 32 ribu untuk di pasar rakyat dan Rp 35 ribu di pasar ritel modern.

Mudah-mudahan harga bawang putih dapat kembali ke harga wajar Rp 32 ribu. Insya Allah sampai lebaran cukup dan aman.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan bahwa pihaknya melakukan pemantauan harga di Pasar Serpong. Setelah dipantau harga masih terbilang stabil, stok tersedia dengan cukup bahkan ada beberapa produk bahan pokok yang harganya mulai turun seperti bawang merah dan cabe.

Hanya memang daging ayam ada sedikit kenaikan, namun kenaikan ini bisa disikapi dengan cermat atau dengan cerdas oleh konsumen jadi kalau konsumen beli harga biasanya naik, maka beli saja ayam dalam bentuk utuh jadi bersihkan sendiri.

Jika dalam bentuk utuh akan lebih murah harganya. Tapi harus bersihkan di rumah. Oleh sebab itu  harus disikapi dengan cerdas. Mudah-mudahan harga ini stabil selama bulan puasa.

“Selain bawang putih harga relatif  normal, seperti cabe normal, tomat normal, dan stok tersedia. Bahkan harga cabe mulai turun,” kata Benyamin.

Harapan Benyamin harga pada posisi dengan nilai ekonomis di masyarakat. Serta bisa membawa rasa aman dan nyaman bagi konsumen selama bulam ramadan, karena biasanya permintaan beberapa item meningkat di bulan Ramadhan.

“Makanya kita lakukan operasi pasar disaksikan langsung oleh Irjen Kementerian Perdagangan. Nantinya kita lihat bagaimana fluktuasi harga di pasar, ada 7 pasar di Tangsel. Kalau diperlukan operasi pasar untuk komoditi lain kita lakukan, intinya untuk menjaga stabilitas harga,” kata Benyamin.

Selain itu, Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Serang telah menguji 21 sampel jenis komoditas yang ada di Pasar Serpong.

Dari hasil 21 sampel mulai dari bakso, mie, tahu, tempe, ayam, ikan dan bahan lainnya, ditemukan satu bahan yang mengandung zat pewarna rhodamin B dalam terasi. Diketahui zat pewarna rhodamin B biasanya digunakan untuk pewarna tekstil dan kertas.

Melihat adanya penemuan tersebut Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan bahwa terasi yang mengandung zat pewarna rhodamin B segera diamankan.

“Sejak tadi pagi sudah dilakukan sampling oleh BPOM Serang. Hasilnya ditemukan zat pewarna rhodamin B di terasi. Saat ini, terasi tersebut sudah diamakan dan itu kita himbau untuk tidak dijual lagi,” tutur Benyamin.

Pria yang akrab disapa Bang Ben ini, selanjutnya akan melakukan pembinaan terhadap pedagang tersebut.

“Nanti akan kita lihat, karena follow upnya kita akan lakukan pembinaan terlebih dahulu. Karena pedagang kan beli dari pedagang besar, nanti kita telusuri seperti apa,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Maya Mardiana akan segera melakukan pembinaan terhadap pedagang tersebut dan juga pedagang yang lainnya.

“Terasinya sudah ditarik oleh BPOM untuk tidak diedarkan. Dengan temuan ini tentunya akan ada pembinaan dari BPOM, Dinas Kesehatan dan dinas terkait, karena rantainya bisa dari produsen atau dari manapun,” ujar Maya.

“Selain itu nanti akan kita lakukan pelatihan, karena pedagang kan tidak mengetahui ketika membeli ke produsen ada zat rhodamin B atau apa. Kita harus tetap memberikan pembinaan, kalau sudah dilakukan pembinaan dan masih melakukan, baru ke ranah yang lain,” lanjutnya.

Lanjut Maya, nantinya operasi pasar bekerjasama dengan tim satgas polres, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan akan dilakukan kembali di pertengahan Ramadhan dengan pasar yang berbeda.

Selain itu, Maya juga menjelaskan bahwa ada kenaikan 8 persen pada komoditas bawang putih, cabe keriting, cabe rawit merah dan 25 persen pada komoditi rawit hijau.

“Sedangkan komoditi bahan pangan lainnya seperti telur, beras dan daging relatif stabil. Pemerintah daerah punya cara untuk intervensi menekan harga,” katanya.

Maya sebutkan, intervensi melalui operasi pasar, pemantauan harga dan antisipasi penimbunan stok bahan pangan.

“Kami juga terus serta berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” terangnya.

Maya memastikan hingga kini komoditi bahan pangan di setiap pasar Tangsel relatif aman. Kepastian itu disampaikan Tim Pengendali Inflasi Daerah dalam rapat koordinasi.(ADV)

Informasi seputar kegiatan Pemerintah Kota Tangsel lainnya silakan klik:https://tangerangselatankota.go.id.