Sri Devi Berbagi Ilmu dengan Anak TKI di Malaysia

radarbogorid/indolinear.com
Sabtu, 26 Mei 2018

Indolinear.com – Dalam kegiatan pengabdian masyarakatnya, Sri Devi Wahyuni mempunyai cara yang tak biasa. Mahasiswa dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, IPB ini memilih terbang ke Selangor Malaysia, untuk berbagi ilmu kepada anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI).

Dengan modal niat untuk mengabdi ke masyarakat, Devi mengikuti program Indonesia Youth Teaching Program 2018 yang diadakan oleh Youth For Future, sebuah NGO di Indonesia yang fokus pada bidang pendidikan dan bisnis. Tidak tanggung-tanggung, Devi memilih untuk melakukan pengabdian masyarakat berskala internasional.

“Selama lima hari di Selangor, Malaysia, akhir Maret lalu, saya bersama 27 delegasi lainnya dari Indonesia berbagi ilmu kepada anak-anak dari para TKI yang bekerja di Selangor. Mereka semua dinaungi oleh Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) di sana,” tutur Devi.

Devi bersama delegasi lainnya berbagi ilmu berupa pendidikan karakter untuk anak-anak TKI yang duduk di bangku sekolah dasar. Pendidikan karakter tersebut berupa penanaman nilai-nilai nasionalisme dan penyisipan nilai-nilai Islam karena mayoritas agama anak-anak tersebut adalah Islam.

“Mungkin karena kehidupan anak-anak di sana kurang terperhatikan, kami berupaya membagi ilmu terutama di aspek pendidikan karakter. Kami berbagi bagaimana menjadi seseorang yang berperilaku baik dan dapat mengendalikan emosi,” tambah Devi seperti dikutip dari Radarbogor.id, Jumat (25/5).

Selain berbagi ilmu tentang pendidikan karakter, Devi juga berbagi ilmu tentang nasionalisme Indonesia dan bahasa Indonesia kepada anak-anak TKI di Selangor. Tidak hanya itu, di akhir pengabdiannya, Devi bersama delegasi lainnya memberi persembahan berupa dongeng Islami, masak-masak bersama, dan perpisahan bersama anak-anak TKI tersebut.

“Waktu saya mau kembali ke Indonesia, anak-anak sangat berharap kami bisa mengunjungi mereka kembali dan berbagi cerita tentang Indonesia. Mereka anak-anak Indonesia, tapi belum terlalu mengenal Indonesia. Maka penting sekali saya bercerita kepada mereka tentang Indonesia,” lanjutnya.

Dari pengabdian yang dijalankannya, Devi merasa betapa banyaknya nikmat yang bisa disyukuri dalam kehidupannya, terutama dengan tinggal di Indonesia.

“Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Saya juga menjadi termotivasi untuk lebih semangat lagi dalam mencari ilmu, terutama melek pendidikan, karena akses yang kita dapatkan untuk pendidikan lebih mudah dibandingkan adik-adik di Selangor,” tutup Devi. (Gie)

%d blogger menyukai ini: