Sosok Abdul Kahar Mudzakkir, Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia Lewat Tulisan

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Jumat, 15 November 2019

Indolinear.com, Jakarta – Nama KH Abdul Kahar Mudzakkir mungkin terdengar asing di telinga masyarakat.

Abdul Kahar Mudzakkir merupakan seorang tokoh bangsa yang mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

Melalui sambungan telepon, Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sudarnoto Azeth menuturkan, Abdul Kahar Mudzakkir merupakan perintis kemerdekaan Indonesia melalui karya tulis.

Abdul Kahar Mudzakkir sering menulis jurnal maupun tulisan untuk majalah di Mesir yang berisi tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia menambahkan, berkat tulisan yang dimuat media cetak di Mesir, Indonesia dikenal dan mendapat pengakuan kemerdekaan dari Mesir.

“Tulisan-tulisannya Abdul Kahar Mudzakkir dikenal tahun 1920-an, 1930-an, dengan semangat nasionalisme dan perjuangan,” kata Sudarnoto, dilansir dari Tribunnews.com (13/11/2019).

Menurut dia, tulisan Abdul Kahar Mudzakkir menggelorakan semangat lewat diplomasi sehingga mendapat pengakuan kemerdekaan dari Mesir.

Nama Abdul Kahar Mudzakkir diusulkan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan PP Muhammadiyah sejak tahun 2012 untuk diberi gelar pahlawan nasional.

Sudarnoto mengatakan, proses cukup panjang dilalui sejak awal pengusulan rektor pertama UIII itu, sebagai pahlawan nasional.

Sebagai bagian dari Muhammadiyah, pihaknya merasa bersyukur perjuangan sekitar 7 tahun itu berbuah manis dengan penyematan gelar pahlawan nasional.

Mulai dari tahapan pengumpulan bahan dan data, berlanjut pada seminar terbuka, mengirimkan surat ke Kementerian Sosial, maupun memberikan kesaksian perjuangan dari kerabat, sahabat, maupun keluarga.

“Prof Abdul Kahar Muzakir mungkin sedikit sekali yang tahu beliau di buku-buku sejarah. Semoga dengan ini orang semakin terbuka. Soal kepahlawanan memang sangat penting, bukan soal gelarnya saja, tapi bagaimana tokoh itu jadi role model bagi masyarakat. Dari para pahlawan kita bisa belajar patriotisme, nasionalisme, integritas, kesederhaan, maupun kontribusinya pada bangsa dan negara. Ini memang tidak mudah, tapi Alhamdulillah setelah 7 tahun kita dapat gelar itu,” ungkap dia.

Sudarnoto mengungkapkan, sejak usia 17 tahun Abdul Kahar Mudzakkir telah berangkat ke Mesir untuk menimba ilmu di Al-Azhar Kairo Mesir. (Uli)

INDOLINEAR.TV