SMPN 3 Tangsel Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Untuk Perangi Sampah

FOTO: net/indolinear.com
Senin, 29 Februari 2016

Indolinear.com, Tangsel – Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada 21 Februari 2016 lalu, SMP Negeri 3 Kota Tangsel menggelar kegiatan yang dilakukan di Danau Situ Gintung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel.

Dalam kegiatan tersebut SMP Negeri 3 Tangsel mengajak 10 sekolah binaanya, pemerintah, beserta masyarakat lainnya untuk dapat melakukan gerakan pungut sampah, penanaman pohon dan tebar benih ikan.

“Ratusan siswa berjalan kaki mulai dari SMP Negeri 3 Kota Tangsel menuju situ gintung sambil membersihkan sampah disepanjang perjalanan mereka. Program ini bernama Gerakan Pungut Sampah (GPS),” jelas Kepala SMP Negeri 3 Tangsel, Maryono.

Menurutnya, ketika memungut sampah anak-anak dibekali dengan karung bukan dengan plastik. Hal ini demi mendukung gerakan diet plastik yang sudah diusung oleh pemerintah.

“Sampai di pulau situ gintung kita langsung melakukan penanaman 1.000 pohon di sekitar danau. Beragam jenis pohon buah-buahan kita tanam, seperti poho mangga, rambutan, alpukat, kedondong, dan lainnya,” papar Maryono.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga melakukan tebar benih 5000 ikan yang di swadaya dari sekolah dan masyarakat. Ikan emas, patin, lele, bawal, dan kakap ini diharapkan bisa bermanfaat bagi ekosistem danau.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menanamkan secara dini kepada siswa, lingkungan tempat tinggal dan juga pemerintah yang kita libatkan untuk menyadari bahwa bumi kita harus diselamatkan dari berbagai macam polusi yang diakibatkan oleh sampah,” ungkap Maryono.

Sebab lanjutnya, sampah bisa busuk dalam jangka waktu 500 tahun, sedangkan produksi sampah setiap harinya semakin meningkat.

“Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi peduli lingkungan oleh 1000 orang yang berupa spanduk sepanjang 20 meter yang menyatakan komitmen untuk peduli lingkungan,” paparnya.

SMP Negeri 3 Tangsel merupakan sekolah menuju Adiwiyata Mandiri. Untuk menuju dalam program tersebut mereka diwajibkan untuk membina 10 sekolah.

Diantaranya adalah SMP Negeri 10 Tangsel, SMP Al Syukro, SMP Al Fath, SMP Pembangunan Jaya, SMP Harapan Bangsa, Smp Azkia, Smp Tarasalfia, SMP 2 Mei, Smp Bintang Kejora, dan SD Labschool Muhamadiyah.

Sementara Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa ternyata siswa Tangsel bisa diajak untuk memerangi sampah. Nantinya hal ini bisa ditularkan kepada teman sebaya mereka.

“Kegiatan ini sangat baik, terlihat dari antusias dan kesadaran yang kian meningkat dilakukan oleh masyarakat Tangsel. Tentunya ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan,” papar Ben.

Dia berharap anak-anak semakin peduli sampah dimana pun berada. Agar bisa mengurangi pencemaran yang ditimbulkan dari banyaknya sampah.

“Kita patut memerangi sampah, apalagi pemerintah pusat sudah menginstruksikan untuk plastik berbayar. Jadi ini harus kita dukung, salah satunya dengan mengurangi sampah plastik,” jelasnya.(sophie)

loading...