Skuter Barista, Berkeliling dengan Vespa Sambil Mengenalkan Kopi Nusantara

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Minggu, 6 Januari 2019
Nusantara | Uploader puspita

Indolinear.com, Surabaya – Dicky Nurinda Sofyan mengambil biji kopi arabica flores bajawa dari dalam toples kaca yang ada di depannya, Sabtu (5/1/2019). Kopi itu ditakar di atas timbangan elektronik. Setelah sesuai, kopi yang sudah disangrai dimasukan ke dalam mesin grinder untuk dihaluskan menjadi bubuk.

Bubuk kopi dimasukan ke dalam gelas. Ditakar lagi sembari dituang air panas dengan suhu yang sudah ditentukan. Saat itu, pria berusia 35 tahun itu sedang meracik kopi untuk pelanggannya yang memesan kopi tubruk.

“Mereka mintanya tubruk,” katanya dilasir dari kompas.com.

Dicky sedang mengikuti festival kopi di kampus Universitas Islam Malang (Unisma) Kota Malang. Tidak seperti stand lainnya yang harus membawa peralatan dan kopi dari kedai, Dicky hanya tinggal mengarahkan kemudinya ke halaman belakang kampus tersebut. Dicky merupakan barista untuk kedai kopi miliknya.

Kedai yang tidak pernah permanen di satu tempat. Namanya Skuter Barista yang disingkat Subari. Kedai itu berupa gerobak berukuran 1,5 meter dan selalu ikut kemana pemiliknya pergi. Dicky biasa menyeret gerobaknya itu dengan motor Vespa Strada nopol AE 5035 SR. Itu lah kenapa selalu ada motor Vespa di samping gerobak kayu itu.

“Vespa ini nganggur punya almarhum bapak di Ponorogo. Saya perbaiki. Subari itu bukan hanya singkatan dari Skuter Barista, tapi nama dari almarhum ayah saya,” katanya. Pria kelahiran Ponorogo, 20 September 1983 itu mulai mengenal kopi sejak masih kerja di sebuah perusahaan di Surabaya.(pit)

INDOLINEAR.TV