Situs Watu Celek Cirebon, Mitos Diduduki Perempuan Agar Cepat Hamil

FOTO: radarcirebon.com/indolinear.com
Senin, 20 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Situs Watu Celek atau Batu Lingga di Jl Siliwangi, Kota Cirebon, berlokasi di sebelah Makam Syekh Datuk Fardun.

Situs Watu Celek sendiri, sudah lama diselimuti mitos dan beragam kepercayaan masyarakat terkait dengan keberadaannya.

Karenanya, tidak heran banyak versi mengenai asal usul Situs Watu Celek sampai dengan riwayatnya.

Baik yang bersumber dari cerita tutur masyarakat, juru pelihara sampai dengan naskah yang terkait dengan sejarah.

Juru Pelihara Situs Watu Celek, Fidiyana Putra tidak menampik bahwa banyak persepsi dan kisah warga setempat. Tapi bila dari cerita warga, sebagai lambang kesuburan.

“Katanya, kalau ada yang ingin punya keturunan, bisa duduk di situ. Ada juga yang bilang penambatan kapal,” kata Fidiyana, dilansir dari Radarcirebon.com (19/06/2022).

Kendati demikian, Fidiyana mengaku meragukan keterangan terkait Situs Batu Lingga yang disebut penambatan tambang kapal, karena bentuk batunya kecil.

Situs Watu Celek Cirebon

Tapi, terlepas apapun sejarah dan cerita di balik itu, Fidiyana mengungkap bahwa situs tersebut, usianya sudah ratusan tahun dan ada situs berbeda juga di sebelahnya.

Sebagai juru pelihara, bergarap situs di Kota Cirebon bisa dirawat dan diperhatikan. Sehingga sejarah di Cirebon tidak hilang.

“Ini persis di sebelahnya ada Makam Ki Datuk Pardun. Tapi kita tidak tahu persis, apakah ada kaitannya atau tidak,” katanya.

Sementara itu, versi sejarah menyatakan bahwa Batu Lingga tersebut ditempatkan di sebelah Makam Datuk Pardun yang merupakan pengikut Syekh Siti Jenar.

Kabarnya, batu tersebut dibuat oleh seniman yang memiliki darah Keraton Cirebon dan memiliki julukan Aria Wira Celek.

Situs yang mirip dengan alat kelamin laki-laki sedang ereksi itu, dibuat untuk mengolok-olok.

Pasalnya, Datuk Pardun dikisahkan sebagai orang yang sangat bernafsu untuk membangkang pada Kesultanan Cirebon.

Ekspresi Seni kepada Ki Datuk Pardun

Sehingga batu tersebut dianggap menjadi ekspresi yang tepat untuk menggambarkan sososk tersebut.

Dalam sejarah Cirebon, disebutkan bahwa Ki Datuk Pardun adalah anak dari Syekh Siti Jenar yang menaruh dendam kepada Sunan Gunung Jati.

Pasalnya, Syekh Siti Jenar dieksekusi karena melakukan ajaran yang dianggap sesat.

Sumber lain dalam Naskah Mertasinga menyebutkan bahwa Ki Datuk Pardun adalah murid dari Syekh Siti jenar.

Demikian terkait dengan Situs Watu Celek yang hingga kini asal usulnya masih tersiar banyak versi. (Uli)

loading...