Situs Batu Tinggarsari Dibuat Zaman Prasejarah

FOTO: antaranews.com/indolinear.com
Kamis, 11 Februari 2016
loading...

Indolinear.com, Singaraja – Sejarawan yang juga akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali, I Made Pageh Mhum mengatakan situs bebatuan berbentuk balok di Desa Tinggarsari, Kabupaten Buleleng kemungkinan dibuat manusia masa prasejarah tepatnya zaman megalitikum.

“Kami akan teliti lebih lanjut nanti, tetapi dari hipotesa sementara batu itu berjenis megalitikum terlihar dari bentuknya yang unik berupa ribuan batu balok berukuran hampir sama antara satu dengan yang lainnya,” kata Pageh di Undiksha Singaraja, Bali, Senin.

Menurut dia, keberadaan situs bebatuan tua tersebut diperkirakan suatu tempat pemujaan besar di wilayah itu. “Pemujaan masa prasejarah bisa dipastikan sebagai pemujaan kehadapan leluhur sebagai pelindung dan pemberi kemakmuran,” imbuhnya.

Dikatakan, jenis bebatuan di wilayah itu mirib dengan peninggalan zaman megalitikum lain seperti menhir (batu berdiri), punden berundak, sarkopah (peti dari batu) dan lain-lainnya.

“Pada umumnya bebatuan dan susunan batu berfungsi sebagai sarana pemujaan terlebih manusia zaman itu telah mengenai sistem religi terutama kepercayaan kepada leluhur dan nenek moyang,” paparnya.

Selain itu, kata dia, kawasan Tinggarsari, Sepang dan daerah sekitarnya masih memiliki kaitan nilai sejarah dengan daerah di Kawasan Cekik dan Bali bagian barat sebagai daerah pemukiman penduduk masa lampau.

“Jika dikaitkan dengan zaman penduduk masa lampau maka ada korelasinya karena pada dasarnya pemukiman masa zaman prasejarah berada di daerah dekat dengan air, pegunungan atau hutan sebagai sumber makanan,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya menduga situs bebatuan di Tinggarsari memiliki kemiripan dengan beberapa peninggalan prasejarah Pulau Dewata yang sudah dikenal seperti situs megalitik Pura Gelgel di Kabupaten Klungkung, Pura Pancering Jagat di Kawasan tua Trunyan Bangli dan kawasan prasejarah lainnya.

“Bali dan Buleleng khususnya memang memiliki beberapa situs kuno megalitikum dan hingga saat ini beberapa batu ditemukan dan sudah diteliti tim arkeolog,” katanya.

Sebelumnya, masyarakat Desa Tinggarsari, Kabupaten Buleleng menemukan ribuan batuan berbentuk balok besar berlokasi di wilayah pegunungan desa setempat dimana batu-batu balok tersebut berdiameter sekitar 60 cm dengan tersusun rapi seakan-akan menopang bangunan pura yang berada di atas perbukitan.(uli)

Sumber: Antaranews.com