Siswi SMP Ini Rela Jadi Badut Buat Membantu Ibu

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Jumat, 18 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Kisah pilu datang dari seorang siswi SMP bernama Cindy. Selama pandemi Covid-19 dan sistem sekolah daring, ia membantu ibunya dengan menjadi badut di jalan.

Kostum peninggalan almarhum ayahnya dikenakan Cindy untuk mencari nafkah. Sosoknya kerap berada di sekitar Kecamatan Pejagoan, Kebumen, Jawa Tengah.

Bahkan demi mencukupi kebutuhan keluarga, Cindy sesekali berkeliling dari petang hingga gelap. Seusai dirinya mengikuti pelajaran di paginya. Perjuangan menyayat hati yang patut disimak.

Berikut ulasannya.

Di Balik Badut Ceria ada Gadis Menahan Pilu

Melansir dari Merdeka.com (16/06/2021), yang mengunggah ulang video seorang wanita. Ia berjumpa dengan badut yang menghibur di persimpangan jalan.

Usai diberi amplop dan diajak berbincang ternyata di balik kostum tersebut, ada seorang gadis. Ia masih duduk di bangku SMP kelas 3. Selama sekolah sistem daring, ia bekerja dari pagi hingga siang.

“Kenalin ini namanya Cindy kelas 3 SMP. Setiap hari bekerja jadi badut, karena sekolahnya daring Cindy jadi badut dari jam 7 pagi – 12 siang. Di balik baju badut yang ceria ada seorang gadis cantik yang selalu semangat tanpa malu,” tulis dalam badan video.

Yatim Sejak Kecil

Kostum badut berwarna kuning itu merupakan warisan dari mendiang sang ayah. Cindy dan adiknya telah menjadi yatim sejak kecil.

Demi membantu ibunya yang jadi tukang jahit, Cindy meneruskan pekerjaan ayahnya. Setiap hari ia berkeliling ditemani adik perempuannya.

“Dan yang dipakainya baju badut peninggalan ayahnya. Bapak Cindy sudah meninggal dunia dari ia kecil. Cindy bekerja bantu ibunya yang sehari-hari kerja menjahit di rumah. Setiap kerja jadi badut ditemani adiknya,” tulisnya dalam keterangan.

Kerap Dicemooh Teman dan Tetangga

Kian menyayat hati mengetahui bahwa perjuangan Cindy dipandang sebelah mata. Selain teman, tetangga sekitar rumah pun kerap menghina pekerjaannya.

“Cindy jawab sambil nangis sesenggukan. Sering diolok-olok teman, juga tetangga. Tapi Cindy tetap tegar dan semangat karena dilakukan demi ibu yang disayang dan juga adiknya,” imbuhnya.

Apabila pagi harus sekolah, Cindy akan menyempatkan bekerja menjelang petang. Sebelum berpamitan, pemilik akun menawari Cindy untuk berbelanja bersama.

Sontak wanita paruh baya itu terkejut. Cindy hanya meminta beras untuk ibu dan buku tulis untuk sekolah.

“Kadang kerja sore, jam 3 sampai magrib,” pungkasnya.

Banyak Dukungan dan Doa

Sikap rendah hati dan niat tulus membantu keluarga, tak ayal membuat banyak warganet kagum. Mereka terkesima dengan Cindy yang masih remaja, lebih memikirkan kondisi ibu dan adiknya. Selain itu, ia juga tak mengabaikan sekolah.

“Semoga nanti jadi orang yang sukses yaaa cindy 💛😢,” tulis @gestinapangestu.

“Apa cuma gue ya yang cuma liat video gini doang langsung banjir air mata 😭 ya Allah betapa aku terlalu banyak mengeluh dan kurang bersyukur..😭😭 sehat sehat kamu de selalu bahagia dunia akhirat,” tulis @siti.nurislamadina.

“Semoga berkah yang nm nya membatu orang tua insya Allah segala sesuatu akan menjadi mudah & brkah amin 🤲,” tulis @arfa.maulana2.

“Biarpun banyak orang yang mngolok-olok kmu, tapi lebih banyak orang yang sayang dan perduli sama kamu… tetap semngat dek cindy, semoga kedepannya kmu bisa jadi orang yang sukses…,” tulis @andre_dwptr.

“Bangga loh sama anak-anak seperti adik ini, mau berjuang untuk keluarga enggak cuma ongkang-ongkang kaki aja. Sehat selalu ya nak,” tulis @kazuharyu8.0. (Uli)

loading...