Sinopsis Cerita Rakyat Singkat Dari Tiongkok Pentingnya Ilmu

FOTO: dongengceritarakyat.com/indolinear.com
Jumat, 15 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Seorang petani terlihat sedang menanam padi di sawah. Meskipun ia bekerja seorang diri, tapi ia seolah tak mengenal lelah.

Hari demi hari berlalu, petani itu sangat telaten merawat padinya. Akan tetapi, ia bingung. Padi-padinya tidak seperti padi milik tetangganya yang tumbuh tinggi. Hal itu membuat si petani merasa sedih.

“Aku telah gagal menanam padi. Padiku tidak setinggi padi yang lain,” ucap petani, sedih, dilansir dari Dongengceritarakyat.com (14/05/2020).

Petani pulang ke rumah dengan lemas. Ia terus memikirkan cara untuk membuat padipadinya tinggi seperti padi tetangganya.

Setelah semalaman tidak tidur, akhirnya petani mendapatkan ide. Begitu pagi datang, ia langsung pergi ke sawah. Dengan penuh semangat, petani itu menarik padi-padinya ke atas, hingga padinya terlihat lebih tinggi.

Bahkan, sebagian padi sampai terlihat akarnya, karena si petani menarik padi-padi tersebut sangat tinggi.

Menjelang tengah hari, baru separuh sawah yang ditarik padinya. Petani merasa sangat lelah, Setelah beristirahat sejenak, si petani kembali melanjutkan menarik padi-padinya. Memang bukan pekerjaan yang mudah, tapi si petani pantang menyerah.

Hari hampir petang ketika semua tanaman padinya berhasil ditarik. Petani pun menjadi sangat senang, karena sekarang tinggi tanaman padinya sama dengan padi milik tetangganya.

“Aku akan sukses memanen padi,” ucap petani dengan penuh percaya diri.

Petani pun pulang dengan hati riang. Saking gembiranya, ia tak bisa tidur semalaman. Ia membayangkan tanaman padinya yang sudah bertumbuh tinggi.

Begitu matahari menampakkan sinarnya, petani bergegas ke sawah. Tapi, apa yang terjadi? Olala, alangkah terkejutnya si petani saat melihat semua tanaman padinya mati. Ia telah melakukan kesalahan. Tidak seharusnya ia menarik padi-padi itu. Si petani pun hanya bisa menyesali kebodohannya.

Pesan moral dari ringkasan cerita rakyat pendek ini adalah kita tidak boleh memaksakan sesuatu, karena pasti akan berakibat buruk. Dan yang terpenting rajinlah belajar dan banyak membaca agar kamu menjadi anak yang pintar. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya