Singapura–Australia Membahas Kemungkinan Dibuatnya Koridor Perjalanan Udara Tanpa Karantina

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 15 Maret 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Singapura dan Australia membahas gelembung perjalanan udara (air travel bubble) yang memungkinkan perjalanan antara kedua negara tanpa perlu karantina, seperti yang dilaporkan Reuters, Minggu (13/3/2021)

Kedua negara ingin membuka kembali perbatasan yang sebagian besar telah ditutup selama hampir setahun karena pandemi COVID-19.

Kedua negara sebagian besar telah mengendalikan virus, dibantu oleh penutupan perbatasan internasional, penguncian, dan aturan jarak sosial yang ketat.

Kementerian luar negeri Singapura dalam sebuah pernyataan mengatakan Singapura dan Australia sedang mendiskusikan tentang pengakuan bersama atas sertifikat vaksinasi dan dimulainya kembali perjalanan dengan prioritas bagi pelajar dan pelancong bisnis.

“Kami sedang bekerja dengan Singapura saat ini, berpotensi untuk gelembung di bulan Juli,” kata Wakil Perdana Menteri Australia Michael McCormack, yang juga menteri transportasi, mengatakan kepada Australia Broadcasting Corporation, dilansir dari Tribunnews.com (14/03/2021).

Dia mengatakan Australia akan membuka lebih banyak travel bubble saat negara-negara meluncurkan program vaksinasi mereka.

Pemerintah Australia tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk rincian dan komentar lebih lanjut.

Singapura yang merupakan pusat transportasi Asia, ingin sekali menghidupkan kembali industri perjalanan dan pariwisatanya.

Setelah mengendalikan infeksi COVID-19, secara sepihak telah mengurangi persyaratan karantina untuk pelancong dari Australia dan beberapa negara lain, seperti Selandia Baru dan China.

Air Travel Bubble antara Singapura-Hong Kong yang direncanakan, yang telah ditetapkan untuk dimulai November lalu, terhenti setelah Hong Kong melihat pertambahan infeksi COVID-19. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: