Si Wanita Tertukar Pas Lahir Di Keluarga Miskin Selama 30 Tahun

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Kamis, 21 Oktober 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Arab Saudi – Seorang wanita di Arab Saudi akhirnya mendapatkan kompensasi sebesar 2 juta riyal, setara Rp7,5 miliar, atas peristiwa masa lalu yang dia alami. Saat lahir, secara tidak sengaja dia tertukar dengan bayi lain dan akhirnya dibesarkan oleh keluarga kurang mampu selama lebih dari 30 tahun.

Wanita tersebut, saat ini berusia 35 tahun, mengajukan gugatan ke pengadilan. Dia mengaku terlahir di sebuah rumah sakit pemerintah dengan orangtua berada.

Tetapi, seorang perawat yang memandikan bayi baru lahir membuat kesalahan secara tidak sengaja. Perawat itu menyerahkan bayi wanita kepada keluarga yang salah.

Laporan media lokal Al Watan menyatakan wanita itu merasa memiliki perbedaan dengan keluarganya. Hal itu dia jalani dari kecil hingga dewasa.

” Dia menjalani masa kecil dan masa mudanya selama hampir 35 tahun dengan keluarga yang berbeda secara warna kulit, karakter, budaya, pendidikan, standar hidup, dan selera,” tulis media tersebut, dilansir dari Dream.co.id (20/10/2021).

Tes DNA Membuktikan

Akhirnya, wanita itu memutuskan untuk memeriksa garis keturunan melalui tes DNA tidak lama setelah dia menikah. Dari pernikahan itu, dia telah memiliki seorang anak.

Hasil tes DNA menunjukkan dia tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga yang membesarkannya. Ditambah, dokumen rumah sakit menunjukkan siapa ibu kandungnya.

Sayangnya, ibu kandungnya telah meninggal sebelum mengetahui kebenaran mengenai bayi yang tertukar. Wanita itu tak memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya.

” Tidak mungkin menilai tingkat rasa sakit dan kekecewaan yang harus diderita orangtua dan wanita itu, karena mereka kehilangan kesempatan untuk menikmati hubungan orangtua-anak mereka untuk selamanya,” demikian amar Pengadilan Umum di Mekah.

Wanita lain yang turut menjadi korban atas insiden itu juga mendapatkan kompensasi 1,7 juta riyal, setara Rp6,4 juta atas perintah Pengadilan Administrasi di Jeddah, dikutip dari Middle East Monitor. (Uli)