Shin Tae-yong Dan Kegemaran Mengacak-acak Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia

FOTO: kompas.com/indolinear.com
Kamis, 10 Juni 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Shin Tae-yong punya strategi unik untuk membuat bingung lawan-lawannya pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 20221 Grup G Zona Asia.

Kendati timnas Indonesia tak punya lagi asa untuk lolos grup, akan tetapi tangan dingin Shin Tae-yong dinanti pencinta sepak bola Tanah Air.

Sebab, tiga sisa dia ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut menjadi tiga langkah awal Shin membentuk skuad Garuda.

Shin Tae-yong mengawali dengan langkah yang tak sempurna. Sempat mampu imbang 2-2 melawan Thailand pada debutnya, lalu dia merasakan pil pahit dengan kalah memilukan 0-4 dari Vietnam.

Uniknya, dua pertandingan tersebut, Shin memasang nomor punggung pemain yang belum konsisten.

Pada laga melawan Thailand misalnya, Pratama Arhan Alief menggunakan nomor punggung 11, namun berganti menjadi 5 saat melawan Vietnam.

Begitu juga dengan Syahrian Abimanyu dari 17 menjadi 8, Egy Maulana Vikri (10 jadi 7), Kushedya Hari Yudo (9 jadi 14), hingga Witan Sulaeman (8 jadi 16).

Namun, tak semuanya diacak oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut. Evan Dimas tetap mengenakan nomor punggung 6 dalam dua pertandingan tersebut.

Begitu juga dengan kiper Nadeo Argawinata (1), dua bek tengah Arif Satria (2) dan Rizky Ridho (4).

Pada pertandingan uji coba jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Oman dan Afganistan, Shin melakukan hal yang sama yakni mengacak nomor punggung pemain.

Strategi unik Shin Tae-yong tersebut sejatinya bukan kali pertama dia lakukan, dilansir dari Kompas.com (09/06/2021).

Ketika masih membesut timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong juga melakukan hal yang sama kepada Son Heung-min dkk.

Shin Tae-yong sengaja mengacak nomor punggung pemainnya kecuali penjaga gawang, Son Heung-min, dan sosok kapten Ki Sung-yeung.

Dia beranggapan orang Eropa atau tim lawan kesulitan mengenal pemainnya hanya dalam sekali lihat.

“Kami mengacak nomor punggung karena kami tidak ingin menunjukkan segalanya kepada lawan kami dan mencoba untuk membingungkan mereka,” kata Shin dikutip BBC pada Juni 2018.

“Mereka mungkin mengenal beberapa pemain kami. Namun, sangat sulit untuk orang Barat membandingkan orang Asia dan itulah alasan kami melakukannya.”

“Semua pelatih mungkin merasa bahwa lawan selalu memata-matai mereka. Saya pikir itu wajar karena kami semua mencoba untuk mendapatkan informasi satu sama lain sebanyak mungkin,” jelas dia kala itu. (Uli)