Sharp Indonesia Merilis Face Shield Premium, Berteknologi “Mata Ngengat”

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 8 September 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Sharp Indonesia menghadirkan produk pelindung wajah (face shield) dengan konsep “moth-eye technology”. Teknologi yang dikembangkan berdasarkan riset pada mata seekor ngengat ini mengadopsi struktur dan cara kerja mata seekor ngengat.

Menggunakan bahan utama yang biasa digunakan pada CD/DVD, lampu LCD, dan resin asam akrilik yang khusus dikembangkan oleh Sharp, sehingga menghasilkan sebuah pelindung wajah yang memiliki transparansi tinggi, refleksi rendah, dan mampu membuat uap mengering dengan cepat sehingga menghasilkan permukaan antikabut.

Pelindung wajah Sharp ini hadir dalam empat varian: FG-F10M, FG-800 M/S, FG-500 M/S, dan FG-300 M/S serta mampu memberikan pilihan pelindung wajah premium dengan kualitas material dan desain berbeda.

“Produk pelindung wajah Sharp memiliki tingkat transparansi tinggi yaitu 99 persen, sehingga membuat pandangan pengguna lebih jelas”, ujar Ardy, Head of AUVI Product Strategy Department Sharp Indonesia, dalam rilisnya, dilansir dari Merdeka.com (07/09/2021).

Memiliki permukaan halus tapi tidak rata layaknya mata ngengat, pelindung wajah milik Sharp mampu memecah refleksi cahaya sehingga dapat mereduksi pantulan cahaya dengan tingkat refleksi permukaan sama dengan 0,3 persen per permukaan, menjadikan wajah pengguna tetap dapat terlihat dengan jelas meski terpapar sinar yang terang.

“Struktur ini juga yang memberikan manfaat lain seperti mencegah face shield berembun,” tambah Ardy.

Produk ini dirancang khusus oleh Mr Oura, disainer kacamata asal Jepang yang memenangi beragam penghargaan seperti Good Design Award 2020, JIDA Design Museum 2006, Eyewear of The Year 2009, Kinki Design 2011, Penghargaan Hubungan Perdagangan dan Industri di Prefektur Osaka 2016, dan MEDTEC Inovation Award 2016. Sehingga pelindung wajah ini tetap nyaman digunakan sekaligus membuat penggunanya tampil stylish.

Menggunakan material titanium alloy yang ringan, bingkai pelindung wajah di produksi langsung di Sabae, Fukui. Memiliki Kualitas Jepang, film yang digunakan sebagai pelapis pun di produksi oleh anak perusahaan Sharp di Yonago, Totori.

Keunggulan lainnya, kekuatan film anti gores atau kehilangan efisiensi anti-kabut/iluminasi setelah diseka oleh alkohol sebanyak 1.000 kali. Jadi pelindung wajah ini dapat digunakan selama satu tahun dengan tiga kali pengelapan per hari.

“Alasan utama penggantian film adalah jika konsumen menyalahgunakan film untuk membuatnya bengkok atau rusak. Jadi produk ini lebih awet dan hemat dibanding pelindung wajah biasanya yang hanya satu kali penggunaan,” jelas Ardy.

Tahap pertama, model yang akan dipasarkan di Indonesia adalah FG-F10M, memiliki bobot bingkai 14 gram dan film 11 gram, yang dibekali ukuran bingkai 183 mm × 153 × 6 dan film 195 mm × 268 × 0,18.

“Menyasar eksekutif muda, sosialita, petugas medis, frontliner, dan entertainer seperti youtuber, penyanyi dan aktris yang membutuhkan produk pelindung wajah yang tidak hanya nyaman, stylish, tapi juga mampu menunjang pekerjaan dan tampilan mereka,” pungkas dia.

Pelindung wajah Sharp model FG-F10M sudah dapat di jumpai secara ekslusif pada laman Sharp E-Store sejak 25 Agustus dan dibanderol Rp 299.000 per unit.