Setelah Brisbane, Indonesia Akan Mengajukan Diri Tuan Rumah Olimpiade 2036

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 22 Juli 2021
loading...

Indolinear.com, Tokyo –  Brisbane Australia telah ditetapkan sebagai tempat Olimpiade 2032 setelah Paris (2024)  dan Los Angeles (2028). Kini Indonesia akan ajukan diri buat tempat Olimpiade 2036.

“Kita akan tetap berusaha banyak yang mungkin saja terjadi. Kita akan siapkan bidding untuk tahun 2036 agar bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Kita harus lakukan dialog dari sekarang untuk Olimpiade 2036,” papar Raja Sapta Oktohari Ketua NOC (National Olympic Committee) Indonesia, dilansir dari Tribunnews.com (21/07/2021).

Sekitar jam 14:00 waktu Jepang Ketua IOC (komite Olimpiade Internasional) mengumumkan Brisbane sebagai tempat Olimpiade 2032, yang menurutnya sebagai hasil keputusan bersama para pimpinan IOC.

“Dari ketentuan IOC yang ada, Dialog target bisa beberapa negara. Kenapa cuma Brisbane saja yang ditunjuk? Selain itu ketentuan lain juga menuliskan, bagi calon tempat Olimpiade tak boleh ada tempat yang baru bangun untuk venue. Nah Brisbane  baru  belum ada yang jadi, dan baru mau bangun dengan dana 50% dari pemerintahnya untuk  bangun faslitas olimpik. Sedangkan Indonesia sudah siap dengan berbagai instrastruktur dan berbagai stadiun untuk venue olimpiade. Sedangkan Indonesia sudah siap kok saya lihat,” ungkap seorang wartawan Jepang pengamat Olimpiade kepada Tribunnews.com.

“Bach seenaknya saja memutuskan Olimpiade berikutnya di Brisbane, tidak melakukan bidding yang memungkinkan negara lain ikut mengajukan diri sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade mendatang,” kritik Wartawan Jepang Mikio Haruna kemarin (20/7/2021) di klub wartawan asing Jepang (FCCJ).

Haruna juga meminta dunia agar menyetop langkah Ketua IOC lebih lanjut dengan meng audit pembukuannya karena dicurigai melakukan banyak hal-hal yang tidak benar dalam arus aliran uang IOC tersebut.

“Audit internasional harus dilakukan kepada IOC karena banyak hal aneh dan semua melibatkan besar sekali arus uang dari banyak tempat ke IOC. Jadi harus di audut internasional dan dibuka secara transparan kepada kita semua,” tekannya lagi. (Uli)