Serem, Ini Deretan Mitos Mengerikan Hutan Baluran Situbondo

FOTO: viva.co.id/indolinear.com
Sabtu, 18 Juni 2022

Indolinear.com, Jakarta – Terdapat beberapa hutan anker di Indonesia yang memiliki cerita mistik atau mitos di dalamnya.

Hutan juga kadang menjadi juga menjadi kawasan konservasi, tap juga menjadi sebuah alternatif destinasi wisata lantaran juga mempunyai keindahan, mulai bentang alam hingga menjadi habitat untuk binatang liar. Hutan yang memiliki kesan sera mini di dukung oleh rindang nya pepohonan membuat cerita-cerita menyeramkan dan mitos.

Salah satu hutan yang terkenal seram dan memiliki mitos adalah hutan lindung baluran. Terdapat tiga mitos yang hidup pada masyarakat adat kawasan hutan lindung Baluran diyakini masyarakat sampai sekarang memiliki peran yang sangat besar dalam pelestarian hutan Baluran.

Ketiga mitos di Baluran adalah: mitos Mbah Cungking, Blok Candi Bang, dan Blok Manting. Ringkasan masing-masing kisah dalam mitos di Baluran. Dilansir dari Viva.co.id (17/06/2022)

Mitos Mbah Cungking

Mitos Mbah Cungking berkisah tentang seorang pertapa sakti mandraguna yang hidupnya selalu mengembara. Sebagai pengembara, ia melakukan perjalanan sampai di hutan yang sangat lebat, yang sekarang bernama Baluran.

Ia diyakini masyarakat adat Cungking pernah hidup pada masa lampau dan banyak memberikan ajaran hidup dan cara pelestarian hutan. Mbah Cungking dianggap sebagai sesepuh adat oleh masyarakat adat kawasan hutan lindung Baluran, terutama masyarakat adat yang tinggal di Desa Cungking, Banyuwangi, yang letaknya sekitar 35 km di sebelah Timur Baluran.

Ia diyakini pernah hidup, dibuktikan dengan masih adanya berbagai peninggalan yang masih disimpan di Balai Tajuk Panjang Desa Cungking. Bagi masyarakat Cungking, Mbah Cungking tak pernah dianggap mati tapi musna (hilang tanpa meninggalkan jasad). Mitos Mbah Cungking ini tetap diyakini dan dijadikan pedoman hidup masyarakat Cungking.

Seluruh masyarakat adat Cungking menghormatinya sebagai panutan masyarakat dan juga disakralkan dengan melaksanakan ritual tahunan setiap tanggal 1 Suro dan juga ritual?ritual lainnya sampai sekarang.

Mitos Blok Candi Bang

Candi Bang memang tidak seterkenal mitos Mbah Cungking di kawasan masyarakat adat Baluran. Namun, bagi masyarakat adat kawasan hutan lindung Baluran, mitos ini juga dianggap sebagai mitos penting.

Mitos ini berkisah tentang makam atau petilasan seorang sesepuh yang sering disebut Datuk, yakni Datuk Syah. Mitos ini termasuk yang disakralkan masyarakat adat kawasan hutan Baluran sehingga setiap tanggal 1 Suro dilakukan ritual dengan menghaturkan sesaji.

Datuk Syah memang tidak dikisahkan sefenomenal seperti Mbah Cungking, tetapi diyakini juga sebagai sesepuh adat yang mengajarkan nilai kebijaksanaan untuk kelestarian dan kesuburan bumi.

Tokoh ini tidak diketahui asal usulnya secara pasti, tetapi sampai sekarang tokoh ini diyakini sebagai sesepuh masyarakat adat kawasan hutan Baluran. Masyarakat adat mempercayai kesakralan makam/petilasannya yang ada di kawasan hutan Situbondo.

Masyarakat adat pun sudah menjadikannya bagian tradisi yang secara rutin ditandai dengan diadakannya upacara ritual.

Mitos Bak Manting

Serupa dengan kisah Blok Candi Bang, mitos Bak Manting ini ada kaitannya juga dengan mitos Mbah Cungking. Bak Manting diyakini masyarakat dulu sebagai tempat mengambil air untuk minum Mbah Cungking.

Dalam menggunakan sumber air itu, Mbah Cungking sekaligus juga melestarikan sumber air. Mitos ini masih dipercaya sebagai mitos tentang sumber air bersih yang patut dilestarikan di daerah Baluran. Bagi masyarakat adat sekitar, mitos Bak Manting juga dianggap sakral karena sebagai sumber kehidupan manusia.

Air bersih yang ada di Bak Manting dipercaya dapat membuat awet muda sehingga banyak orang yang datang. Sebagai mitos, Bak Manting selalu dikunjungi masyarakat adat dan juga dilaksanakan ritual setiap tanggal 1 Suro.

Adapun ritual itu dilakukan bersamaan dengan ritual petilasan Mbah Cungking dan Datuk. Nah, Itu Mitos Hutan Baluran di Sitbondo, berani datang kesana? (Uli)

loading...