Sepuluh Filsuf Wanita Paling Berpengaruh Dari Masa Ke Masa

FOTO: brilio.net/indolinear.com
Jumat, 11 Januari 2019

Indolinear.com, Jakarta – Filsafat pada dasarnya merupakan sebuah kajian tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam suatu konsep mendasar. Biasanya pembahasan filsafat akan berputar di persoalan mendasar seperti eksistensi, pengetahuan, nilai, akal, pikiran dan bahasa.

Istilah filsafat sendiri diketahui sudah digunakan oleh Phytagoras sejak tahun 570-495 SM. Sedangkan orang yang ahli dalam kajian ini disebut sebagai seorang filsuf. Sudah banyak nama tokoh-tokoh filsuf yang terkenal. Sebut saja Aristoteles, Plato, Sokrates, Heidegger dan masih banyak lagi.

Namun dari banyaknya nama-nama tersebut, tak banyak yang menyebutkan nama tokoh filsuf wanita. Padahal wanita dalam dunia filsafat juga mempunyai peranan penting. Bahkan jauh beradab-abad sebelum Kepler dan Galileo hadir, ada seorang filsuf wanita dari kota Alexandria, Mesir, bernama Hypatia. Ia merupakan salah satu contoh filsuf wanita yang terkenal akan pemikiran dan kontribusinya bagi ilmu pengetahuan.

Nah berikut 10 filsuf wanita paling berpengaruh termasuk Hypatia yang dilansir dari Brilio.net (09/01/2019).

  1. Simone de Beauvoir (1908-1986).

Tidak banyak filsuf wanita yang mampu menjadi seperti sosok Beauvior. I adalah tokoh feminisme modern dan ahli filsafat Perancis yang terkenal pada awal abad ke-20. Selain itu ia juga dikenal sebagai penulis terkenal karena tulisannya yang mudah dipahami. Sudah banyak karya tulis yang diterbitkan mulai dari novel, esai dan drama, termasuk buku The Second Sex dan The Ethics of Ambiguity.

Karyanya sering terfokus pada bidang eksistensialisme bersama Jean-Paul Sartre, politik, filsafat dan feminisme. Wanita yang meninggal di usia 78 tahun ini juga sangat aktif dalam dunia politik Perancis, sebagai pengkritik sosial, pemrotes dan anggota dari perlawanan Perancis.

  1. Hypatia of Alexandria (lahir antara 350 dan 370-415 SM).
Baca Juga :  Anak 12 Tahun Putus Sekolah Demi Merawat Ibunya Yang Sakit

Hypatia merupakan seorang filsuf dan ilmuwan wanita Yunani yang dihormati sebagai filsuf terbaik oleh banyak orang pada zamannya. Ketenarannya ini sering membuat banyak siswa dari berbagai daerah pergi mendatangi hanya untuk mendengarkan ia berbicara.

Meskipun pada zaman dulu karya tulisnya lebih sering tidak diakui, namun masih ada beberapa karya tulis bersama ayahnya yang diakui. Termasuk pendapatnya mengenai ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani. Hypatia tewas dibunuh oleh gerombolan Kriten yang salah menuduhnya sebagai dalang kerusuhan agama pada bulan Maret tahun 415 SM.

  1. Hannah Arendt (1906-1975).

Filsuf wanita paling berpengaruh lainnya adalah Hannah Arendt. Wanita kelahiran Jerman ini menghabiskan hidupnya dengan menulis secara ekstensif mengenai Totaliterisme. Salah satu karangan terkenalnya, The Origins of Totalitarianism, menganalisa dan menjelaskan bagaimana pemerintahan menjadi sebuah kekuatan.

Tidak hanya itu, bukunya yang berjudul Eichmann in Jerusalem, menilai bagaimana kebanyakan pria dapat berbuat jahat dalam kondisi yang tepat. Selain itu Hannah juga kerap menulis kritik tentang hak asasi manusia dan revolusi Amerika dan Perancis.

  1. Philippa Foot (1920-2010).

Seoang filsuf Inggris yang cukup terkenal karena karyanya dalam bidang etika. Beberapa karyanya pada tahun 1950-an dan 1960-an merupakan sebuah upaya memodernisasi teori etika Aristoteles untuk menunjukkan bahwa tero etika milik Arisoteles dapat disesuaikan dengan pandangan dunia kontemporer.

Salah satu karya tentang etika yang paling dikenal adalah The Trolley Problem. Semasa hidupnya ia banyak bekerja sama dengan filsuf lainnya dan telah mempengaruhi mereka. Kumpulan esainya yang berjudul Virtues and Vices, adalah dokumen penting mengenai menghidupkan kembali etika kebaikan.

  1. G.E.M Anscombe (1919-2001).

Masih berasal dari Inggris, filsuf wanita yang satu ini menulis berbagai macam topik. Mulai dari logika, etika, meta-etika, bahasa, pemikiran dan kriminal perang. Karya terbaiknya adalah Intention, sebuah seri tulisan yang menunjukkan bagaimana suatu hal yang kita inginkan terjadi atau ekspektasi mempunyai efek yang begitu kuat terhadap kedudukan etika kita.

Baca Juga :  Semangat Wanita Bertubuh Separuh Dikaki Gunung Meapi

Karya lainnya, Modern Moral Philosophy, juga telah mempengaruhi pemikiran etika modern. Bahkan dari karyanya tersebut ia menciptakan kata consequentialism.

  1. Mary Wollstonecraft (1759-1797).

Mary Wollstonecraft merupakan seorang filsuf dan penulis wanita Inggris yang terkenal. Dia adalah penulis A Vindication of the Rights of Men, sebuah bentuk perlawanan terhadap revolusi Perancis melawan Burke dan penulis Vindication of the Rights of Woman, sebuah buku yang merupakan jawaban bagi mereka yang menantang pendidikan bagi perempuan.

Mary dapat dikatakan sebagai filsuf feminis pertama. Selain itu dirinya juga menulis beberapa novel, panduan perjalanan dan buku anak-anak. Ia meninggal diusia yang begitu muda, yaitu 38 tahun akibat komplikasi saat melahirkan anaknya.

  1. Anne Dufourmantelle (1964-2017).

Seorang filsuf dan psikoanalis wanita asal Perancis, di mana filsafatnya didasarkan atas risiko yang diambil. Terutama, gagasan bahwa untuk benar-benar mendapatkan pengalaman hidup kita haru mengambil risiko bahkan risiko yang paling akan memberi kerusakan dalam hidup. Anne juga merupakan seorang penulis dari 30 buku.

  1. Harriet Taylor Mill (1807-1858).

Istri dari John Stuart Mill, Harriet Mill juga seorang ahli filsafat. Walaupun semasa hidupnya ia hanya menerbitkan sedikit karya, akan tetapi pengaruhnya terhadap karya-karya sang suami tidak dapat disangkal. Esainya yang berjudul The Enfranchisement of Women merupakan pelopor daro karya John Stuart Mill, The Subjection of Women. Selain itu, karya terbaik John Stuart Mill, On Liberty juga didedikasikan untuk Harriet dan sebagian merupakan ditulis oleh Harriet.

  1. Kathryn Gines (lahir 1978).

Seorang filsuf wanita dari Universitas Negeri Pennsylvania ini telah menulis buku tentang filsafat milik Hannah Arendt. Wanita berusia 39 tahun ini adalah seorang filsuf yang berkaitan dengan benua, seperti menulis filsafat tentang Afrika, feminisme orang kulit hitam, dan fenomenologi.

  1. Carol Gilligan (lahir 1936).
Baca Juga :  Mahasiswa Unibraw Menemukan Pasta Gigi Dari Cangkang Telur

Ia adalah penemu sekolah yang berfokus pada etika kepedulian. Karyanya yang berjudul In a Different Voice disebut-sebut sebagai “The little book that started a revolution.” Karyanya ini mempertanyakan nilai standar universal sebuah moralitas, seperti kejujuran atau kewajiban, melihatnya sebagai sesuatu yang tidak mengenal orang tertentu dan jauh dari permasalahan kita. (Uli)

%d blogger menyukai ini: