Sepuluh Figur Tenar Holywood Disusupi Idiologi Komunis

liputan6com/indolinear.com
Rabu, 22 November 2017
loading...

Indolinear.com, Washington D.C – Pada tanggal 8 Juni 1949, sejarah mencatat di hari itu, FBI mengumumkan beberapa figur tenar hollywood sebagai anggota Partai Komunis. Nama-nama yang dikeluarkan termasuk di antaranya Frederic March, John Garfield, Paul Muni dan Edward G. Robinson.

Mereka bukan sembarang orang. Pada masanya mereka merupakan bintang film tersohor seantero Amerika Serikat.

Laporan itu membuat semangat anti komunis yang tengah digalakkan pemerintah setempat semakin membara. Sebab, pada era tersebut tepatnya di medio 1940-an sampai 1950-an AS sedang gencar menyebarkan doktrin menolak komunis.

Awalnya, nama yang dikeluarkan FBI tidak sepenuhnya dipercaya. Laporan itu dikeluarkan oleh informan rahasia, dengan beberapa analisis yang dinilai sangat meragukan.

FBI memulai penyelidikan mengenai penyusupan ideologi komunis setelah mendapat laporan bahwa partai komunis AS menggunakan beberapa artis Hollywood untuk mencapai tujuannya.

Laporan rahasia itu merujuk pada tindakan salah satu aktor pemenang oscar Frederic March. Aktor tersebut mengkritik tajam perkembangan senjata nuklir AS.

Ia menilai perkembangan tersebut berbahaya. Selain itu, March merupakan sosok yang getol mendorong AS memberikan bantuan pada Uni Soviet yang sedang dilanda perang.

Kecenderungan yang dimiliki March, ternyata terlihat pada pekerja seni lain di Hollywood.

Pemerintah AS semakin kebakaran jenggot usai FBI menyebut beberapa film Hollywood digunakan sebagai sarana menyebarkan ideologi komunis.

Penyelidikan untuk membuktikan tudingan ini dilakukan selama satu tahun. Kesimpulan dikeluarkan kongres AS yang didasari laporan FBI mengatakan jumlah artis dan pekerja seni yang ‘terjangkit’ komunis ada 10 orang.

Akibat tudingan ini, 10 orang itu dijebloskan ke dalam penjara. Keputusan tersebut ditentang habis-habisan oleh Edward G Robinson.

“Gembar-gembor ini, tuduhan dan tudingan ini merupakan pembunuhan karakter, ini adalah hasil pemikiran orang sakit dan orang sakit ini terburu-buru memberi tahu pers,” sebut Robinson seperti dikutip dari Liputan6.com (20/11/2017).

“Saya sudah memainkan banyak lakon di dunia ini, tapi tidak ada yang lebih baik dari kebanggaan saya menjadi warga negara Amerika Serikat,” tambah dia. (Uli)