Seperti Inilah Uji Coba Pesawat Terbang Terbesar Di Dunia

liputan6com/indolinear.com
Selasa, 14 November 2017
loading...

Indolinear.com, Seattle – Pada Juni lalu, untuk pertama kalinya pesawat terbang terbesar sedunia keluar dari hanggar. Pada saat itu, muncul beraneka ragam reaksi, mulai dari keraguan akan rancangan yang seperti burung aneh, hingga kekaguman kepada pesawat inovatif tersebut.

Baru-baru ini, tim pabrikan pesawat tersebut telah melampaui suatu titik pencapaian baru, setelah menyelesaikan putaran pertama pengujian mesin.

Pengujian itu merupakan bagian dari tes di darat yang perlu dituntaskan sebelum pesawat itu benar-benar mengudara pada 2019 nanti.

Dikutip dari Liputan6.com ( 13/11/2017), Stratolaunch adalah salah satu perusahaan baru yang mencoba mengembangkan pesawat terbang peluncur wahana ke orbit (air-launch-to-orbit).

Proyek itu telah dikembangkan selama kira-kira tujuh tahun dan pengujian mesin merupakan suatu titik ukur kesuksesan dalam pengembangan pesawat.

Pesawat itu menggunakan enam mesin turbofan buatan Pratt & Whitney yang diambil dari dua pesawat Boeing 747-400 bekas.

Stratolaunch tentu saja termasuk salah satu mahakarya dalam rekayasa pesawat terbang dengan bentang sayap sepanjang 117 meter.

Kelanjutan Pengujian Bertahap

Pengujian mesin mencakup tiga tahap, yaitu “motor kering” yang hanya menggunakan daya tambahan, “motor basah” ketika bahan bakar jet disemburkan.

Akhirnya akan dilakukan uji diam (idling) ketika enam mesinnya dinyalakan untuk mengamati semua beroperasi secara semestinya.

Setelah pengujian yang sukses itu, Jean Floyd, CEO di Stratolaunch, menuliskan melalui pernyataan, “Dalam beberapa bulan ke depan, kita akan terus menguji mesin-mesin pesawat pada daya tinggi dan beragam konfigurasi yang bermuara kepada mulainya pengujian secara taksi.” (Uli)