Sepasang Kekasih Meninggal Bersama Dengan Bergandengan Tangan Di Panti Jompo

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 22 Januari 2020
loading...

Indolinear.com, AS – Sepasang kekasih, Jack dan Harriet Morrison yang telah bersama hampir 65 tahun pernikahan diberitakan meninggal pada hari yang sama di sebuah panti jompo di St. Louis, Arnold, Jefferson County, Missouri, Amerika Serikat.

Sebelum tutup usia, tempat tidur keduanya sengaja ditempatkan bersebelahan oleh pihak panti jompo agar bisa berpegangan tangan.

Jack (86) meninggal terlebih dahulu, kemudian disusul Harriet (83) meninggal pada hari yang sama 11 Januari 2020.

“Aku sedih. Namun aku tahu mereka tenang di sana dan akan kembali bersama,” kata Sue Wagener, keponakan yang dibesarkan oleh keluarga Morrison.

“Itu benar seperti kisah cinta dalam buku-buku” tambah Sue, dilansir dari Tribunnews.com (21/01/2020).

Di Panti Jompo Bersama

Sekitar setahun yang lalu, Harriet tersandung dan jatuh saat berjalan dengan anjingnya.

Insiden ini membuat tulang pinggulnya sakit dan sedikit bergeser.

Ia menderita penyakit demensia dan memutuskan untuk pindah ke The Woodlands of Arnold, sebuah panti jompo dan pusat rehabilitasi.

Di lain hal, Jack juga merasa kesulitan tinggal di rumah lantaran tidak ada yang merawat.

Wagener kemudian membujuknya agar pindah ke sebuah villa yang berada di Woodlands pada Mei 2019,

Namun tak disangka, pada bulan September, Jack ikut jatuh dan mematahkan lehernya.

Mulai saat itu, ia juga dirawat di panti jompo, berjarak sekitar empat pintu dari kamar istrinya.

Sejak keduanya berada di panti jompo, pihak pengelola menempatkan pasangan ini di sebuah ruangan yang sama.

Bahkan terkadang keduanya sering tidur bersama, satu di tempat tidur, satunya lagi di kursi roda.

Kedua tangan mereka saling berpegangan.

Menjelang Kematian

Wagener menceritakan bahwa ia pernah memberi tahu Jack pada malam Natal, bahwa Harriet sudah berhenti makan dan minum.

Mendengar hal itu, Jack kemudian hampir tidak ingin makan dan minum juga.

Pada sekitar pukul 11 malam pada 10 Januari 2020, Sue Wagener mendapat telepon dari seorang perawat bahwa Harriet telah bersiap menemui ajalnya.

Sang perawat kemudian meminta izin apakah ia bisa memindahkan perabotan dari kamar Jack sehingga pasangan ini bisa bersama.

Kisah Cinta Jack dan Harriet

Jack dan Harriet Morrison kencan pertama kali pada tahun 1955.

“Mereka pergi ke restoran kecil dan tak pernah berpisah sejak hari itu,” kata Sue Wagener,

Jack dan Harriet menikah enam bulan sejak kencan pertamanya.

Jack dan Harriet pertama kali bertemu di sebuah bus.

Saat itu ayah Harriet merupakan pemain drum dan terompet dalam sebuah kelompok musik. Tercatat ia sering melakukan tur ke berbagai tempat pada tahun 1940an, 50an, dan 60an.

Harriet selalu bersama dengan ayahnya, ketika pada suatu perjalanan tur, ia bertemu dengan calon suaminya, John J. Morrison Jr, yang dipanggil Jack.

Saat itu Jack berada persis di belakang sopir bus yang sedang mengantarkan grup musik ayah Harriet menuju salah satu konsernya.

Wagener menyebut bus yang ditumpangi Jack dan Harriet saat itu berada di bawah perusahaan bus milik ayah Harriet.

Jack dan Harriet menikah pada 5 Mei 1956, sekitar enam bulan sejak kencan pertama mereka.

Setelah menikah, keduanya memulai menjalankan bisnis perusahaan bus sambil membesarkan dua anak laki-laki mereka dan juga keponakannya, Wagener.

Jack memiliki tinggi badan 6 feet 8 inches, menyetir bus. Sementara Harriet, hampir satu kaki lebih pendek dan lebih kurus dari Jack.

Saat Jack menyetir bus, Harriet duduk di belakangnya, bersandar di pundaknya, kata Wagener.

Setiap pagi hari, saat Jack bangun tidur, Harriet selalu membuatkan kopi.

Jika mereka berdua berada di sebuah hotel tanpa ada persediaan kopi, Harriet pergi keluar dan membawakan Jack secangkir kopi.

Saat Harriet memasak untuk makan malam, Jack menyusulnya dan membantunya.

Terkadang ia menyelinap ke dapur untuk mengambil bumbu-bumbu masakan, sengaja untuk menggoda Harriet.

Namun, Jack selalu mengantarkan istrinya tersebut ke toko sayuran dan menunggunya di mobil.

Lebih jauh lagi, Jack juga senantiasa sabar menunggu istrinya saat berada di salon ataupun di binatu.

“Saat Harriet pergi berbelanja, Jack rela menunggunya berjam-jam” kata Wagener.

Mereka selalu bergandengan tangan dan tak pernah marah saat berada di tempat tidur. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: