Sempat Disterilisasi, Area Mataf Dibuka Lagi Untuk Jemaah Non Umrah

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 9 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Arab – Setelah sempat disterilisasi dalam mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19), akses masuk ke pelataran Ka’bah akhirnya kembali dibuka sejak Sabtu (7/3/2020) kemarin.

Pembukaan area mataf atau tempat tawaf (mengelilingi Ka’bah 7 kali) itu dilakukan atas perintah Raja Salman.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali mengatakan, akses masuk area mataf itu dibuka sejak Sabtu (7/3/2020) subuh waktu Arab Saudi.

Pengumuman resmi tentang putusan ini sudah disampaikan oleh Ketua Umum Urusan Haramain, Abdurrahman As-Sudais.

“Ketua Umum Urusan Haramain, Dr Abdurrahman As-Sudais mengumumkan penerbitan perintah Yang Mulia Raja Salman yang mengizinkan kembali pelaksanaan tawaf dengan dibukanya tempat tawaf secara berangsur bagi peziarah non-umrah yang akan dimulai pada Sabtu subuh besok, sesuai putusan,” kata Endang seperti dilansir dari laman Kemenag.

“Alhamdulillah, hari ini akses ke pelataran Ka’bah sudah bisa dibuka,” ujarnya.

Sebelumnya, area sekitar Ka’bah itu ditutup untuk disterilisasi dalam upaya mencegah virus corona pada Kamis (5/3/2020) waktu setempat.

“Dalam rangka menjaga kebersihan dua Masjid Suci untuk menghindarkan merebaknya penularan, serta perlunya mengintensifkan pembersihan dan sterilisasi di Dua Masjid Suci (Mekah-Madinah),” demikian tertulis dalam pengumuman resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi dan Communication and Media Center (CMC) Arab Saudi yang diterjemahkan langsung oleh Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Dilansir Tribunnews.com (08/03/2020), Imam Masjidil Haram sekaligus Presiden Urusan Dua Masjid Suci, Abdul Rahman bin Abdulaziz Al-Sudais, menyatakan, pembukaan area mataf dilakukan hanya untuk tawaf sunnah, bukan untuk jemaah umrah (tawaf dengan mengenakan pakaian ihram yang dilanjutkan dengan sai).

Sebab, Pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan penangguhan sementara umrah bagi warga negara asing dan domestik dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Sebelumnya selain menutup area mataf, Pemerintah Arab Saudi juga menutup Masjidil Haram dan Masjid Nabawi satu jam setelah salat Isya dan dibuka kembali satu jam sebelum salat Subuh.

Di luar jam itu, jemaah bisa masuk ke Masjidil Haram, tapi tidak bisa ke pelataran Kabah.

Selain itu, wilayah Raudhah di Masjid Nabawi, ziarah ke pekuburan Baqi, tempat Mas’a atau jalur sa’i antara Safa dan Marwah juga ditangguhkan.

Jemaah juga dilarang itikaf, tidur, dan membawa makanan dan minuman ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi Ditutup

Sebelumnya Kamis (5/3/2020), Arab Saudi mengumumkan bahwa Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah akan ditutup.

Penutupan Masjid akan dilaksanakan satu jam setelah salat Isya hingga satu jam sebelum salat Subuh setiap harinya.

Hal ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terbaru untuk risiko penyebaran virus corona di Arab Saudi.

Sebelumnya, Kerajaan Arab Saudi telah resmi menangguhkan semua kegiatan Umrah pada Rabu (26/2/2020) karena khawatir dengan penyebaran virus corona.

Pihak berwenang mengosongkan Masjidil Haram sebagai persiapan untuk sterilisasi, setelah penangguhan kunjungan Umrah pekan lalu.

Seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa operasi pembersihan Masjidil Haram adalah sebuah tindakan sementara, yang sebelumnya belum pernah terjadi dan dilakukan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: