Selama Pandemi, Warga Bekasi Belanja Masker Sampai Rp500 Ribu Per Bulan

FOTO: ayobekasi.net/indolinear.com
Jumat, 13 November 2020
loading...

Indolinear.com, Bekasi – Pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup masyarakat, tak terkecuali perencanaan anggaran rumah tangga setiap bulannya.

Kini, masker medis dan suplemen vitamin masuk barang kebutuhan pokok yang punya bujet khusus. Salah satu warga Bekasi Utara, Dyah mengaku bisa menghabiskan dana hingga Rp 1 juta hanya untuk keperluan membeli masker serta vitamin seluruh keluarga yang terdiri dari suami dan dua anak balita.

“Iya sekarang (masker dan vitamin) sudah masuk kebutuhan pokok sih. Buat masker aja ada Rp 500 ribu karena saya beli yang medis sama yang jenis KN-95 itu nyetok sebulan bisa sampai lima-enam boks,” kata Dyah yang dilansir dari Ayobekasi.net (12/11/2020).

Wanita 33 tahun ini punya alasan sendiri untuk membeli masker medis ketimbang masker kain. Menurutnya, daya perlindungan masker medis jauh lebih maksimal meski harganya jauh di atas masker jenis kain.

Informasi saja, rata-rata harga satu boks masker medis tiga lapis di e-commerce berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 150.000 tergantung merek. Sementara, untuk masker KN-95 dibanderol mulai dari Rp 100.000 per boks isi 10.

“Aktivitas saya sama suami mengharuskan kami ke luar rumah, sedangkan ada dua anak balita di rumah sama mbak (Asisten Rumah Tangga/ART)-nya. Enggak mungkin asal pilih masker karena demi menjaga supaya enggak kena Covid-19,” ujarnya.

Dyah menilai bahwa masker adalah salah satu alat perlindungan diri yang cukup vital, sehingga wajar apabila kini masuk dalam daftar kebutuhan pokok rumah tangga.

Hal senada juga diungkapkan Iyus, warga Bekasi Timur yang kini rutin belanja masker medis setiap bulan. Anggaran yang ia sisihkan sekitar Rp 200.000 hingga Rp 350.000.

“Habis gajian biasanya saya langsung beli dua sampai tiga boks masker medis buat sebulan,” kata dia.

Pria 28 tahun itu merupakan pekerja swasta yang dalam satu minggu harus pergi ke kantornya di Jakarta Selatan. Maka, sebagai perlindungan diri, ia harus memakai masker medis ketimbang masker jenis lain.

“Saya lebih nyaman dan percaya diri pakai masker medis sih karena kantor di Jakarta dan saya juga naik KRL yang ketemu banyak orang,” ujarnya.

Soal pengeluaran yang bertambah, Iyus mengaku tak mempermasalahkannya karena bagi dia kesehatan adalah yang utama, dan mentaati protokol kesehatan sudah kewajiban. “Tinggal gimana kita atur keuangan aja. Ya, hemat-hematlah untuk pos pengeluaran lain, utamakan kesehatan,” kata dia. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: