Sekolah Di China Pisahkan Duduk Siswa Dan Siswi Di Kantin

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 16 Maret 2019

Indolinear.com, China – Sebuah sekolah menengah atas di China memisahkan para siswa dan siswi saat mereka duduk di kantin ketika jam istirahat sedang berlangsung.

Pemisahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah para siswa dan siswi berpacaran di sekolah.

Selain memisahkan tempat duduk di kantin, pihak sekolah juga melarang para siswa dan siswi bergandengan tangan atau berduaan dalam waktu lama.

Demikian pengakuan para murid di SMA Suiping County No 1 di provinsi Henan kepada Pear Video pekan ini.

Seorang pejabat biro pendidikan lokal membenarkan adanya aturan tersebut. Namun, upaya untuk menghubungi pihak sekolah tidak berhasil.

Sekolah itu menerapkan dua daftar perilaku yang diizinkan dan dilarang. Lewat kedua daftar ini, sekolah menilai siswa lewat sistem “poin”.

Seorang siswi mengatakan, mereka yang kehilangan 25 poin langsung dikeluarkan dari sekolah tersebut. Sejumlah perilaku yang tak diizinkan antara lain larangan membawa gawai dan benda-benda lain seperti makanan ringan yang dianggap tidak pantas.

“Jika para siswa mengalami kontak fisik, apakah itu sesama atau beda jenis kelamin, berjalan bersama maka mereka dianggap memiliki hubungan asmara,” ujar seorang murid, dilansir dari Tribunnews.com (15/03/2019).

Kabar ini langsung memicu kecaman di media sosial. Ssebagian besar netizen meragukan langkah yang diambil pihak sekolah akan efektif.

“Apakah salah memiliki hubungan asmara?” ujar seorang pengguna media sosial Weibo.

“Apakah tak boleh seorang anak memiliki emosi di masa pertumbuhannya? Anda harus memberi nasihat dan berkomunikasi dengan mereka, bukan menghancurkan sifat alami manusia dengan cara yang ekstrem,” tambah dia.

“Saya sarankan sekolah dipisah saja menjadi sekolah perempuan dan laki-laki. Itu akan lebih efektif,” ujar netizen lainnya. (Uli)