Sejumlah WNA Dijemput Untuk Kembali Ke Negaranya Masing-masing

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Sabtu, 28 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Banyak WNA yang berkunjung ke Indonesia dan tidak bisa kembali karena penerapan sistem lockdown di negara asal mereka akibat wabah corona. Beberapa negara pun akhirnya terpaksa menjemput warga negaranya dengan menggunakan pesawat carter.

Salah satunya yaitu penjemputan 124 WN RRT melalui Bandara Soekarno Hatta pada Kamis (26/3) pukul 19.00 WIB. Dikarenakan masih ditutupnya penerbangan dari dan ke China, ratusan WN tersebut pun menggunakan pesawat yang di carter dari maskapai Cambodia Airlines.

Selanjutnya, perjalanan 124 WN RRT tersebut akan transit terlebih dahulu di Pnom Penh Kamboja yang kemudian baru melanjutkan perjalanan ke China.

Sebelumnya, saat penjemputan 124 WN RRT ini, sempat beredar video di media sosial yang menuliskan bahwa mereka adalah petugas medis yang akan membantu penanganan Covid-19 di Indonesia karena terpantau belasan bahkan puluhan diduga WNA Asal China tersebut sedang berbaris mengantre dan sebagian besar ada yang menggunakan APD lengkap berwarna putih.

Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Ahmad Nur Saleh pun menjelaskan bahwa warga China yang berada dalam video tersebut justru hendak meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka evakuasi.

“Jadi itu area keberangkatan yang di foto. Bukan area kedatangan dan diambilnya waktu pemulangan warga negara RRT,” kata Nur Saleh dalam siaran pers, dilansir dari Tribunnews.com (27/03/2020).

Selain RRT, pada pukul 16.20 WITA di hari yang sama Polandia juga menjemput warga negaranya yang ada di Indonesa. Melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pesawat Polish Airlines membawa 262 penumpang WN Polandia menuju Warsawa, Polandia. Sebelumnya pesawat tersebut datang dengan mengangkut 25 WNI dari Warsawa, Polandia.

Pemerintah Republik Indonesia turut memfasilitasi kepulangan para WNA sehingga lancar dan tidak ada kendala. Kerja sama antar negara serta sinergisitas antar instansi pun menjadi kunci keberhasilan dalam misi kemanusiaan ini. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: