Sejumlah Maskapai Di Seluruh Dunia Membatalkan Penerbangan Ke AS karena Masalah Jaringan 5G

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Kamis, 20 Januari 2022

Indolinear.com, Jakarta – Sejumlah maskapai penerbangan di seluruh dunia, membatalkan atau mengubah rute penerbangan menuju Amerika Serikat (AS), Rabu (19/01/2022).

Hal itu merupakan buntut dari perselisihan tentang peluncuran jaringan seluler 5G di dekat bandara AS.

Jaringan 5G tampaknya memberikan dampak pada pesawat Boeing 777, yaitu pesawat berbadan lebar jarak jauh yang digunakan oleh operator di seluruh dunia.

Emirates yang berbasis di Dubai, maskapai utama untuk perjalanan Timur-Barat, mengumumkan mulai hari Rabu, mereka akan menghentikan penerbangan ke sejumlah wilayah di AS.

Di antaranya, Boston, Chicago, Dallas-Fort Worth, Houston, Miami, Newark, New Jersey, Orlando, Florida, San Francisco, dan Seattle.

Selanjutnya, penerbangan ke Los Angeles, New York dan Washington juga akan dihentikan.

Dalam pengumumannya, Emirates mengatakan penghentian penerbangan diperlukan karena adanya kekhawatiran operasional terkait dengan rencana penyebaran layanan jaringan 5G di bandara tertentu di AS.

“Kami bekerja sama dengan produsen pesawat dan otoritas terkait untuk meringankan masalah operasional, dan kami berharap untuk melanjutkan layanan kami di AS sesegera mungkin,” kata Emirates seperti dikutip dari Tribunnews.com (19/01/2022).

Untuk diketahui, Uni Emirat Arab berhasil meluncurkan cakupan 5G di seluruh bandaranya tanpa insiden, seperti puluhan negara lain.

Tetapi di AS, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) khawatir bahwa untaian C-Band 5G dapat mengganggu peralatan penerbangan.

Adapun dalam hal ini yang menjadi perhatian khusus dalam peluncuran 5G tampaknya adalah Boeing 777, dan jumbo jet Airbus A380.

Maskapai Qatar Airways, mengantisipasi “penundaan kecil” pada penerbangan kembali dari AS sementara selusin rute penerbangan beroperasi sesuai jadwal.

All Nippon Airways (ANA) Jepang mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa FAA telah mengindikasikan gelombang radio dari layanan nirkabel 5G dapat mengganggu altimeter pesawat.

Altimeter adalah alat untuk mengukur seberapa tinggi pesawat di langit, yaitu merupakan peralatan penting untuk terbang.

“Boeing telah mengumumkan pembatasan penerbangan pada semua maskapai yang mengoperasikan pesawat Boeing 777, dan kami telah membatalkan atau mengubah pesawat untuk beberapa penerbangan ke/dari AS berdasarkan pengumuman oleh Boeing,” kata ANA.

Diketahui, ANA telah membatalkan 20 penerbangan ke kota-kota di AS, seperti Chicago, Los Angeles dan New York karena masalah ini.

Japan Airlines juga mengatakan mereka telah diberitahu bahwa sinyal 5G dapat mengganggu radio altimeter yang dipasang pada Boeing 777.

“Kami akan menahan diri untuk tidak menggunakan model ini di jalur kontinental Amerika Serikat sampai kami dapat memastikan keamanannya.”

“Dengan menyesal kami memberi tahu Anda bahwa kami akan membatalkan penerbangan yang pesawatnya tidak dapat diubah menjadi Boeing 787,” kata Japan Airlines.

Lebih lanjut, Air India juga mengumumkan di Twitter bahwa mereka akan membatalkan penerbangan ke Chicago, Newark, New York dan San Francisco.

Dikatakan maskapai itu, mereka akan mencoba menggunakan pesawat lain di rute AS juga.

Korean Air, maskapai penerbangan terbesar Korea Selatan, mengganti empat pesawat penumpang dari Boeing 777 ke 787 dan dua pesawat kargo dari 747-8 ke 747-400, semalam.

Korean Air akan terus menghindari pengoperasian 777 dan 747-8 di bandara AS yang terkena dampak, kata juru bicara Jill Chung.

Choi Jong-yun, juru bicara Asiana Airlines, maskapai Korea Selatan lainnya, mengatakan sejauh ini perusahaan belum terpengaruh karena mereka menggunakan pesawat Airbus untuk penerbangan penumpang ke AS.

Namun, Choi Jong-yun mengatakan maskapai juga telah diinstruksikan oleh FAA untuk menghindari pendaratan otomatis di bandara AS yang terkena dampak selama kondisi cuaca buruk, terlepas dari jenis pesawatnya.

Selanjutnya, Cathay Pacific Hong Kong mengatakan sedang mengerahkan berbagai jenis pesawat jika perlu ke bandara yang terkena dampak.

Diketahui, sejauh ini penerbangan maskapai itu tidak terdampak masalah jaringan 5G.

EVA Air Taiwan juga mengatakan telah mengambil langkah-langkah darurat untuk memastikan keselamatan penerbangan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Pembatalan secara ramai-ramai oleh sejumlah maskapai itu datang bahkan setelah operator telepon seluler AT&T dan Verizon akan menunda layanan nirkabel baru di dekat beberapa bandara AS yang direncanakan untuk minggu ini.

Sementara itu, FAA akan memungkinkan pesawat dengan altimeter yang akurat dan andal untuk beroperasi di sekitar 5G berdaya tinggi.

Tetapi pesawat dengan altimeter yang lebih tua tidak akan diizinkan melakukan pendaratan dalam kondisi visibilitas rendah. (Uli)