Sejarah Hari Perempuan Internasional Yang Dirayakan Setiap Tanggal 8 Maret

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 10 Maret 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Hari Perempuan Internasional dirayakan pada 8 Maret setiap tahun.

Setiap tahun Hari Perempuan Internasional memiliki tema yang berbeda-beda.

Perayaan Hari Perempuan Internasional biasanya dirayakan dengan woman’s march.

Seperti namanya, Hari Perempuan Internasional ini merupakan perayaan untuk pencapaian wanita di seluruh Dunia.

Ini juga disebut sebagai Hari Hak Perempuan dan Perdamaian Dunia PBB.

Pada Hari Perempuan Internasional, banyak perempuan mengungkapkan pemikirannya tentang wanita di segala aspek.

Hari Perempuan Internasional juga menyuarakan tentang kesetaraan gender, dilansir dari Tribunnews.com (08/03/2020).

Sejarah

Temma Kaplan menulis tentang sejarah Hari Perempuan dalam On the Socialist Origins of International Women’s Day, dimuat dalam Feminist Studies (1985).

Diceritakan hari perempuan muncul setelah adanya protes besar-besaran dari buruh wanita di pabrik tekstil di New York tahun 1857.

Unjuk rasa tersebut menuntut hak buruh wanita karena tindakan semena-mena dan gaji yang rendah dari pemilik pabrik.

Sayangnya, unjuk rasa ini tak berdampak berarti.

Peristiwa ini ternyata sempat diragukan oleh banyak orang.

Hal ini karena beberapa orang percaya demonstrasi tersebut tidak benar-benar ada.

Lima puluh tahun kemudian, terjadi hal yang sama tepatnya pada 8 Maret 1907.

Lebih dari 15 ribu buruh pabrik tekstil di New York mengadakan demonstrasi.

Mereka masih menuntut hal tentang kesetaraan upah dan memprotes kesewenang-wenangan.

Terlepas dari percaya atau tidak, 8 Maret 1907 disebut sebagai lahirnya Hari Perempuan Internasional.

Partai Sosialis Amerika melakukan perayaan Hari Perempuan Internasional pada 28 Februari 1909.(3)

Setelahnya, perayaan Hari Perempuan di AS selalu dirayakan pada hari minggu terakir bulan Februari.

Ide merayakan Hari Perempuan di seluruh Dunia muncul pada tahun 1910 oleh Clara Zetkin.

Peristiwa ini terjadi pada Konferensi Pekerja Perempuan Internasional ke-2 di Copenhagen, Denmark.

Setahun kemudian, Hari Perempuan Internasional dirayakan pada tanggal 19 Maret 1911.

Negara yang merayakannya yaitu Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss.

Pemilihan tanggal tersebut untuk mengenang Raja dari Kerajaan Prussian yang berjanji melakukan vote untuk wanita.

Peristiwa ini menjadi titik cerah untuk persamaan gender.

Namun, janji tersebut tak bisa ditepati oleh sang raja.

Lalu pada tahun 1913, Hari Perempuan Internasional bergeser menjadi tanggal 8 Maret.

Perayaan Hari Perempuan Internasional oleh PBB baru dilakukan pada tahun 1975.

Di tahun 1977, Majelis Umum PBB mengundang semua anggitanya untuk mengikrarkan tangga 8 Maret sebagai Hari Hak Perempuan dan Kedamaian Internasional PBB.

Setelah itu, di seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Internasional.

Sejak tahun 1966, tema per tahunnya untuk perayaan Hari Perempuan Internasional selalu berbeda-beda.

Tema pertama Hari Perempuan Internasional adalah Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan.

Tahun 2001, PBB meluncurkan website www.internationalwomensday.com.

Di website ini, berisi tentang pencapaian wanita, kasus-kasus tentang gender.

Ada juga badan amal untuk menyukseskan para perempuan diberi nama World Association of Girl Guides and Girl Scouts yang dibuka pada tahun 2007.

Logo resmi Hari Perempuan Internasional berwarna ungu dan putih dengan simbol Venus yang juga simbol untuk wanita.

Logo ini digunakan dalam setiap kegiatan dari International Womens Day. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: