Segudang Prestasi Rektor Yang Dimiliki Wanita Pertama UIN Syarif Hidayatullah

FOTO: dream.co.id/indolinear.com
Sabtu, 11 Mei 2019

Indolinear.com, Jakarta – Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin melantik Profesor Amany Burhanudin Umar Lubis sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta 2019-2023.

Dilantiknya guru besar sejarah politik Islam itu menorehkan catatan sejarah, karena untuk kali pertama UIN Jakarta memiliki rektor perempuan.

Saat diangkat Januari 2019, Amany akan mengembangkan moderasi beragama di kampus, dan menjaga kebersamaan model pendidikan Islam. Amany juga berjanji akan membangun kerja sama dengan berbagai kalangan di kampus.

“ Mohon doanya dari semua pihak semoga saya dapat menjalankan amanah atau kepercayaan yang diberikan oleh negara dengan baik,” ujar Amany, diakses dari laman resmi UIN Jakarta, dilansir dari Dream.co.id (09/05/2019).

Sebelum menjadi rektor, wanita kelahiran Kairo 22 Desember 1963 yang akrab disapa Amany Lubis dikenal menghabiskan pendidikan menengah pertama hingga kuliah Strata Satu di Kairo, Mesir. Amany berhasil meraih gelar lulusan terbaik (S1) Universitas Al-Azhar, Kairo, Sastra Inggris, pada 1988.

Setahunan sebelumnya, Amany mendapatkan Beasiswa Course on Women Studies di Mcgill University Montreal, Kanada.

Setelah itu, Amany melanjutkan sekolah Strata Dua (S2) di UIN Jakarta dengan konsentrasi Sejarah Peradaban Islam. Pada 2002 Amany berhasil memperoleh gelar Doktor Pengkajian Islam/Sejarah Kebudayaan Islam dan meraih disertasi terbaik kedua nasional di lingkungan Kementerian Agama.

Aktif Sebagai Interpreter

Gelar profesor Politik Islam diraih Amany pada 2006. Kemudian mendapatkan Satyalencana Karyabhakti 20 pada 2016.

Sepak terjang Amany tidak hanya terbatas di UIN Jakarta. Sejak 2009 hingga sekarang dia juga aktif sebagai dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global Pasca-Sarjana Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia.

Dia lulus dengan Pujian Program Pendidikan Singkat (PPSA) XVIII dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI 2012.

Kemudian pada tahun berikutnya, wanita yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ilmuwan Muslimah Indonesia itu mulai mengampu Program Pascasarjana Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan hingga sekarang.

Selain menjadi dosen, Amany merupakan anggota Board of Trusees Forum for Promoting Peace in Muslim Societies, Abu Dhabi pada 2016-2020. Amany juga aktif sebagai interpreter bahasa Arab-Inggris-Indonesia pada forum nasional dan internasional. (Uli)