‘Screening’ Petugas RS Premier Surabaya Dinilai Cukup Ketat

FOTO: dpr.go.id/indolinear.com
Selasa, 5 Januari 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Indah Kurniawati menilai proses screening kepada para petugas Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya, dalam hal ini tenaga kesehatan maupun staf di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini cukuplah ketat. Bahkan screening maupun treatment kepada petugas frontliner RS Premier Surabaya juga tak kalah ketat dibandingkan tenaga medis maupun karyawan lainnya.

“Jadi saya lihat, khususnya (petugas) yang frontliner itu akan mendapatkan treatment yang lebih ketat dibandingkan (karyawan) dengan yang dibelakang atau yang jarang bertemu dengan orang. Petugas yang memasuki RS ini sudah wajib melakukan screening kesehatan. Dan kalau ada yang ketahuan tidak melakukan self screening, dan kemudian terjadi sesuatu di dalam (RS) sini, maka dia akan terkena sanksi,” ujar Indah di sela-sela mengikuti Kunjungan Kerja BURT DPR RI RS Premier Surabaya, Jawa Timur, dilansir dari Dpr.go.id (04/01/2021).

Politisi PDI-Perjuangan itu mendapatkan penjelasan dari manajemen RS Premier Surabaya, bahwa sanksi yang akan dikenakan terhadap para petugas yang melakukan pelanggaran bias berupa surat peringatan, dan bisa juga dikurangi hak-hak keuangannya yang merupakan salah satu bentuk punishment terhadap mereka. Sebagai salah satu daerah yang memiliki risiko HAP (Hospital Acquired Pneumonia) cukup tinggi, menurut Indah, Surabaya telah menjadi perhatian dalam hal penanganan pandemi yang lebih dibandingkan dengan kota-kota lain.

“Sekarang yang kita pilih RS Premier Surabaya. Kami senang mengingat seluruh fasilitas sarana dan prasarana, serta tenaga medisnya itu selain professional, mereka juga menunjukkan melayani dengan hati,” ujar Indah. Politisi dapil Jatim I itu juga menjelaskan pada saat memasuki RS tersebut, ternyata Anggota DPR juga diperlakukan sama seperti masyarakat umum lainnya, yaitu harus melakukan screening suhu tubuh terlebih dahulu dan diperiksa dokumen-dokumen pendukung kesehatannya seperti hasil PCR. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: