Satu Keluarga Di Banyumas Wisuda Bareng Di Kampus Yang Sama

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Rabu, 10 Maret 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Momen wisuda merupakan hal yang kerap dinantikan oleh seluruh mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di jalur Universitas. Tak terkecuali satu keluarga di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Di mana terdapat seorang ayah, ibu serta anaknya turut merasakan momen bahagia tersebut di waktu dan kampus yang sama.

Mereka adalah pasangan Muhammad Daswalidin-Heni Mei Deviyani serta putri sulungnya Aniestria Ahshaina Aghnat yang dinyatakan lulus dari kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (6/3). Mereka mengampu gelar Magister Ahli Madya serta Sarjana.

Sang ayah, Daswalidin mengaku senang dan bahagia bisa merasakan momen kebahagiaan secara bersamaan setelah masing-masing berjuang menyelesaikan studinya tepat waktu.

“Alhamdulillah hari ini bisa melaksanakan prosesi wisuda, baik pasca sarjana maupun sarjana, berjalan dengan baik dan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan secara sempurna. Kami merasa bersyukur pada Allah SWT dan berbahagia karena pada kesempatan hari ini kami satu keluarga dapat mencapai target pendidikan,” terangnya saat didampingi istri serta putri sulung yang sama sama mengenakan pakaian toga seperti melansir dari Merdeka.com (09/03/2021).

Masing-Masing Meraih IPK di Angka 3

Selain berhasil menyelesaikan studi secara tepat waktu di saat yang bersamaan, ketiganya juga diketahui meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dengan nilai yang hampir sama yakni di angka 3.

Untuk Daswalidin lulus dari Magister Manajemen dengan meraih IPK 3,7. Sang istri lulus dari Magister Pendidikan Dasar dengan IPK 3,9 dengan predikat Cumlaude dan sang putri sulung lulus Sarjana Farmasi dengan IPK 3,17.

Menurutnya kesempatan tersebut sangat berkesan, mengingat ia bersama putri sulung dan sang istri diberi kesempatan melaksanakan wisuda luring alias luar jaringan di tengah masa pandemi Covid-19.

Ketiganya Mendapatkan Beasiswa

Salah satu motivasi dalam menyelesaikan pendidikan bersama keluarganya adalah adanya beasiswa kader Muhammadiyah yang mereka terima. Sehingga ketiganya bisa menyelesaikan pendidikan dengan sempurna dan maksimal.

Selain itu, beasiswa juga membuat ketiganya mendapatkan keringanan saat berkuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) tersebut.

“Kami dapat beasiswa kader dari Muhammadiyah untuk berkuliah di UMP, sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan sempurna, maksimal dan alhamdulillah dapat lulus bersama,” terang pria yang juga guru SMK Muhammdiyah Bumiayu tersebut.

Saling Menyemangati Menjadi Kunci Lulus Bersama

Sementara itu sang Istri,  Heni Mei Deviyani mengungkapkan perasaan senangnya saat diwawancarai wartawan. Menurutnya ia bersama suami dan anaknya bisa lulus sesuai target bersama karena masing-masing anggota keluarga saling menyemangati.

Dalam kesempatan ini ia bersama suami dapat menyelesaikan pendidikan magisternya selama dua tahun. Sedangkan sang putri sulung menyelesaikan perkuliahannya selama empat tahun.

Terkait hal itu, sang anak Aniestria Ahshaina Aghnat yang baru menyelesaikan studi Sarjana Farmasinya akan melanjutkan pendidikannya ke tingkat Profesi Apoteker agar kedepan bisa menjalankan wirausaha secara mandiri.

“Kami saling menyemangati. Ketika mengerjakan, sendiri-sendiri dan saling berbagi,” terang wanita  yang saat ini menjadi guru SD Negeri Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah itu.

Momen Langka

Momen langka tersebut juga ikut diungkapkan oleh sang putri sulung Aniestria. Ia mengatakan jika dirinya sangat terkesan akan momen tersebut.

Kesempatan wisuda bersama kedua orang tuanya menjadi momentum yang jarang ditemui, mengingat tak semua kalangan bisa berkesempatan melaksanakan hal demikian.

“Pastinya ini momen yang langka, yang tidak semua orang mungkin bisa merasakan wisuda bersama,” terangnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: