Satpol PP Minta Warga Laporkan Penyalahgunaan Bangunan Liar

tribunnewscom/indolinear.com
Sabtu, 26 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Depok – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Dudi Miraz mengimbau kepada masyarakat Depok untuk melaporkan ke pihaknya atau pihak terkait jika menemukan adanya bangunan liar di wilayah mereka, yang rentan disalahgunakan pelajar dan pihak tak bertanggung jawab.

“Kami mohon informasi dari warga masyarakat, karena akan kami tindak dan tertibkan,” kata Dudi.

Saat ini tambah Dudi, pihaknya akan terus melakukan monitoring atas kemungkinan adanya bangunan liar di Depok, apalagi yang rentan disalahgunakan oleh pelajar dan pihak yang tak bertanggung jawab.

Dari hasil monitoring serta laporan warga itu, kata Dudi, pihaknya membongkar sebuah bangunan liar (bangli) di Jalan Gelatik Raya, Kelurahan Depok Jaya, Pancoran Mas, Depok.Bangli semi permanen yang merupakan bekas tempat usaha itu ditertibkan karena kerap dipakai para pelajar untuk nongkrong dan bolos sekolah, serta berpotensi digunakan untuk melakukan bentuk kenakalan remaja lainnya.

Bahkan disinyalir para pelajar berkumpul di sana untuk tawuran dengan pelajar lain.Bangli yang dibongkar, berdiri di lahan seluas sekitar seratus meter persegi lebih, yang merupakan fasos fasum milik Pemkot Depok.

Dudi menuturkan sebenarnya pembongkaran bangli dilakukan oleh pemilik bangunan, namun dibantu oleh petugas Satpol PP Depok.

Pihaknya kata Dudi sudah memberikan peringatan berkali-kali sebelum akhirnya meminta pemilik bangunan membongkar paksa bangunan mereka.

“Bangli juga berdiri di lahan fasos fasum,” kata Dudi.

Selain itu kata Dudi dari laporan warga dan hasil monitoring Satpol PP, diketahui bangli kerap digunakan para pelajar nongkrong.

“Bangli dijadikan tempat nongkrong pelajar di jam belajar. Ini rentan disalah gunakan pelajar,” katanya.

Untuk menghindari dan mengantisipasi tindak pidana yang dilakukan pelajar yang nongkrong di bangli itulah, kata Dudi, pihaknya menertibkan bangli yang berdiri di lahan cukup luas itu.Menurutnya keberadaan bangli telah melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum.

“Sehingga kami tertibkan dan pemilik bangunan koperatif,” katanya.

Nantinya lahan dimana bekas bangli berdiri akan dijadikan lahan terbuka dan ruang terbuka hijau. (Gie)