Satgas Perlindungan Anak Di Tangsel Harus Aktif

kabar6com/indolinear.com
Jumat, 25 Agustus 2017
loading...

Indolinear.com, Tangsel – Anak-anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) belum sepenuhnya bebas dari tindak kekerasan fisik dan psikologis. Seperti kasus Perundungan atau bullying di SMA Nusantara Plus, Jalan Tarumanegara, Kecamatan Ciputat Timur, yang sempat menjadi perhatian publik.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (‎Komnas PA), Seto Mulyadi, mengatakan agar masalah di atas harus menjadi perhatian bersama. Ia menyarankan agar Satgas Perlindungan Anak yang telah dibentuk di Kota Tangsel bisa bekerja maksimal.

“Maka dari itu saya meminta Walikota Tangsel mengingatkan kembali peran serta Satgas Perlindungan Anak yang ada di tingkat RW,” terangnya saat dihubungi wartawan, Selasa (22/8/2017).

Ia mengatakan ‎Kota Tangsel adalah kota satu-satunya wilayah di Indonesia yang pertama kali membentuk Satgas Perlindungan Anak. Bahkan mendapatkan penghargaan Rekor MURI.

Pria yang akrab disapa Kak Seto itu bilang, peran dari satgas yang ada di setiap RW untuk bisa mencegah terjadinya aksi perundungan (bullying) di sekolah dan di tengah masyarat.

Kuncinya ada pada pemberdayaan masyarakat itu sendiri. “Yaitu kepedulian sesama baik orangtua, para tetangga, dan para guru.

“Orangtua harus bisa berkomunikasi secara aktif dengan anaknya, demikian juga sang anak wajib terbuka kepada orangtua. Apapun yang terjadi harus dilakukan selama kegiatan sekolah,” terang Kak Seto.

Sekolah harus bertekad menolak bullying karena akan berdampak negatif pada kondisi anak. Para orangtua pun harus melakukan dorongan kepada para guru supaya bisa membentuk satu gerakan anti bully.

Jika ada gerakan tentu akan efektif guna menangkal kekerasan pada anak. “Agar tidak ada bullying di sekolah tentu harus ada gerakan bersama untuk menolak bullying. Ini harus dilakukan bersama-sama demi menyelamatkan anak-anak sekolah,” pesan Kak Seto. (Uli/fin)

loading...