Sarubobo, Boneka Anak Monyet Yang Dijadikan Jimat Orang Jepang

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Selasa, 12 Mei 2020

Indolinear.com, Tokyo – Orang Jepang suka berbagai macam jimat. Salah satunya adalah boneka Sarubobo atau anak (bayi) monyet yang banyak dijumpai di wilayah Hida, Kota Takayama, Perfektur Gifu.

Jimat Jepang ini berbentuk boneka merah seperti manusia, tanpa fitur wajah (polos), dibuat dalam berbagai ukuran.

Secara tradisional, sarubobo dibuat oleh nenek untuk cucu mereka sebagai boneka, dan untuk anak perempuan mereka sebagai pesona untuk pernikahan yang baik, anak-anak yang baik dan untuk memastikan pasangan yang berpengetahuan luas.

Sarubobo secara harfiah diterjemahkan dari bahasa Jepang sebagai “monyet bayi”.

“Saru” adalah kata Jepang untuk monyet, dan “bobo” adalah kata untuk bayi dalam dialek Takayama.

Ada beberapa alasan mengapa jimat memiliki nama ini yang dilansir dari Tribunnews.com (11/05/2020).

Sarubobo dikaitkan dengan tiga keinginan:

  1. Perlindungan dari hal-hal buruk.

Dengan kepemilikan boneka tersebut muncul keinginan untuk perlindungan manusia dari hal-hal yang buruk.

  1. Rumah yang bahagia, pasangan yang baik

Dalam bahasa Jepang, rumah yang bahagia adalah “kanai enman”, pasangan yang baik adalah “ryo-en” (Cara lain untuk mengatakan “saru” adalah “en” di Takayama). Dengan demikian diharapkan pasangan yang ada di sebuah rumah menjadi satu kebahagiaan.

  1. Memiliki persalinan yang mudah saat lahir.

Melahirkan monyet itu mudah. Jadi diharapkan dengan memiliki jimat tersebut, sang istri bisa melahirkan anaknya dengan mudah tanpa hambatan.

Wajah sarubobo secara tradisional merah, seperti wajah bayi monyet.

Boneka dan pesona Sarubobo biasanya tidak memiliki fitur wajah. Alasan untuk ini tidak jelas, tetapi beberapa telah disarankan.

Satu saran adalah bahwa, awalnya, sarubobo dibuat dari kain sisa dan dibuat oleh kerabat, sehingga tidak perlu bagi mereka untuk sepenuhnya akurat.

Boneka yang tanpa wajah dengan maksud kita bisa bebas kalau ingin menggambarinya sesuai wajah sendiri, misalnya. Disarankan jangan dicorat coret.

Saran lain adalah bahwa tidak adanya wajah memungkinkan pemilik untuk membayangkannya, ketika pemilik sedih, mereka dapat membayangkan sarubobo mereka menjadi sedih juga.

Sebuah kisah umum yang diceritakan oleh berbagai orang Takayama adalah bahwa tanpa wajah adalah hasil dari boneka yang dibuat selama periode Perang Dunia II.

Para ibu tahu bahwa ini adalah masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan, tetapi tidak ingin memberikan boneka itu wajah sedih. Jadi mereka meninggalkan bagian itu menjadi tanpa wajah.

Sarubobo banyak dijumpai di Kuil Kokubunji Hida Takayama.

Saat ini, sarubobo adalah souvenir yang populer di Takayama, dan tersedia dalam berbagai warna dan bentuk dari toko suvenir. Bahkan ada boneka Hello Kitty berpakaian sarubobo.

Sarubobo berwarna berbeda masing-masing terkait dengan keinginan yang berbeda.

Sarubobo merah adalah keberuntungan dalam pernikahan, kesuburan dan melahirkan.

Sarubobo biru – untuk keberuntungan dalam belajar dan bekerja.

Pink sarubobo – untuk keberuntungan dalam cinta.

Sarubobo hijau – untuk keberuntungan dalam kesehatan.

Sarubobo kuning – untuk keberuntungan dalam uang.

Black sarubobo – untuk menghilangkan nasib buruk.

Ada juga sarubobo berbentuk berbeda yang disebut “tobibobo.”

Tipe Sarubobo ada dua macam yaitu Hougo dan Amagatsu yang berasal dari Tang (China) di Zaman Nara Jepang (710-794).

Awalnya dibuat dari kain sutera asli yang digunakan para bangsawan.

Pada 2007, ia terdaftar sebagai merek dagang kelompok regional oleh Hida Salvobo Manufacturing Cooperative Association sebagai “Hida Salvobo”.

Dan pada Oktober 2008, “Hida Salvobo” ditunjuk sebagai kerajinan lokal Perfektur Gifu.

Pada tahun 2007, “Sarubobo no Nade Buddha” (patung batu Buddha granit merah, tinggi 1 m, lebar sekitar 50 cm) dibangun di sebelah Koshindo dari Kuil Hida Kokubunji.

Dalam beberapa tahun terakhir ada yang meragamkan sarubobo dengan bentuk seperti binatang, ada yang mirip wanita hamil dan ada yang mirip ninja.

Bahkan berbagai konbini (convenient store) di Jepang membuat karakter sarubobo juga, misalnya Family Mart dan Circle K. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya