Sang Juara Dunia Tinju Dengan Tujuh Nyawa

kompascom/indolinear.com
Senin, 27 November 2017
loading...

Indolinear.com, Oberhausen – Petinju Jerman, Manuel Charr merebut gelar juara dunia tinju kelas berat versi WBA, hanya dalam waktu dua tahun setelah memutuskan pensiun karena mengalami luka tembak.

Charr mengalahkan petinju Rusia, Alexander Ustinov dalam pertarungan yang berlangsung di Koenig-Pilsener-Arena, Oberhausen, Jerman, Sabtu (Minggu WIB).

Menghadapi lawan yang lebih tinggi dan lebih tua tujuh tahun, Charr mampu menekan Ustinov. Di ronde tujuh, Charr memojokkan Ustinov di tali ring dan berusaha menjatuhkan lawannya tersebut.

Charr berjasil menjatuhkan Ustinov pada ronde delapan, namun petinju raksasa asal Rusia ini mampu bertahan hingga akhir pertarungan. Hakim memutuskan kemenangan angka mutlak buat Charr yaitu 114-111, 116-111 dan 115-112.

Keberhasilan ini membuat Charr menjadi petinju asal Jerman pertama yang keluar sebagai juara dunia tinju kelas berat sejak Max Schmeling pada awal dekade 1930-an.

Keberhasilan ini juga seperti kisah dongeng buat Charr. Kelahiran Lebanon, Charr datang ke Jerman pada 1989. Setahun kemudian -pada usia 16-, ia ditikam orang di negara barunya tersebut.

Setelah menjadi petinju, Charr juga menjadi korban tindak kekerasan saat ditembak dalam sebuah perkelahian di rumah makan kebab pada 2015.  Setahun kemudian, Charr harus menjalani operasi pengangkatan tulang rusuk. Pada masa itu, Charr sempat berpikir untuk mengalhiri karir tinjunya.

“Saya telah mengalmai banyak hal dalam hidup ini,” kata Charr sebelum pertarungan. “Saya ini seperti kucing dengan tujuh nyawa. Saya telah menggunakan lima nyawa, jadi saya harus melakukan perubahan dengan sisa nyawa saya.”

Saat ini, petinju Inggris, Anthony Joshua merupakan juara dunia WBA dengan status Juara Super. Sementara petinju AS, Deontay Wilder merupakan juara dunia tinju kelas berat versi WBC dan Joseph Parker dari Selandia Baru merupakan juara versi WBO. (Uli)