Sandiaga Uno Raih Gelar Doktor Setelah Jalani Sidang Terbuka Disertasi

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Senin, 5 Oktober 2020
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Pengusaha sekaligus politikus Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno menjalani sidang terbuka disertasinya di Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Sabtu (3/10/2020).

Sidang terbuka dijalani Sandiaga sebagai syarat untuk meraih gelar Doktor Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPH.

Adapun judul disertasi mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini adalah ‘The Effect of Entrepreneurial Values and Entrepreneurial Orientation on the Financial Performance and Their Impacts on Future Intention: An Empirical Evidence from Indonesia State – Owned Enterprises’.

Sidang terbuka ini digelar secara virtual dan disiarkan melalui Facebook Sandiaga Salahudin Uno dan Youtube UPH Channel.

Sidang ini dipimpin langsung Dr Jonathan L Parapak M Eng Sc selaku pimpinan sidang.

Kemudian, Prof Dr Hendrawan Supratikno, MBA menjadi promotor Sandi Uno.

Adapun Co Promotor antara lain Gracia Shinta S Ugut MBA PhD, Dr Innocentius Bernarto ST MSi MM, dan Dr dr Ferdi Antonio MM MARS.

Dalam pemaparannya disertasinya menyampaikan bahwa BUMN memiliki peran strategis dalam pembangunan dan perekonomian Indonesia.

BUMN bertransformasi untuk memberikan kinerja baik operasional menciptakan lapangan kerja, menghadirkan kinerja laporan keuangan dan pelayana publik yang prima.

“Dalam transformasi BUMN perlu dikawal dari segi inovasi keberlanjutan serta kolaborasi,” kata Sandi memaparkan disertasinya dilansir dari Tribunnews.com (04/10/2020).

Dalam kesempatan ini, Sandi juga menyampaikan berdasarkan statistik kinerja BUMN tahun 2019 dan nilai deviden dan pajak serta nilai investasi yang sudah didistribusikan BUMN sangatlah signifikan dan fundamental terhadap perekonomian nasional.

Penelitian Sandi ini untuk menguji entrenurial value (EV), entrepreneurial orientation (EO) terhadap Financial Performance (FP), dan dampaknya terhadap variable intention to collaborate (ITC) dan intention to sustainable development (ITS).

Variable EV sebagai variable independent, EO dan FP sebagai variable intervening variable ITS dan ITC sebagai variable dependen.

Adapun populasinya adalah semua BUMN induk dengan 106 State-Owned Enterprise (SOE) dan hanya 81 SOE yang menjadi sampel dengan metode purpose sampling.

BUMN yang menjadi sampel itu dari berbagai sektor diantaranya sektor asuransi, energy minyak dan gas, telekomunikasi, konstruksi, logistik dan pariwisata serta sektor lainnya. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT: