Sama-Sama Membuat Tubuh Berkeringat, Bisakah Seks Menggantikan Olahraga?

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Minggu, 17 Maret 2019

Indolinear.com, Jakarta Р Entah pendingin ruangan menyala atau tidak, berhubungan seks bisa membuat tubuh berkeringat. Seks juga bisa meningkatkan detak jantung seperti berolahraga. Namun, bukan berarti Anda bisa menggunakan alasan sudah bercinta untuk tidak berolahraga.

“Seks memang bisa disebut sebagai salah satu bentuk aktivitas berolahraga, bahkan, kadang-kadang bisa mencapai olahraga level moderat,” kata Asisten Profesor Department of Exercise Science and Health Promotion at Florida Atlantic University, Amerika Serikat, Tina Penhollow.

Namun, tidak selamanya seks yang Anda dan pasangan lakukan itu bisa disamakan dengan olahraga. Hal ini tergantung pada konsistensi serta aktivitas yang dilakukan. Misalnya seks yang lembut tentu efek pada sistem kardiovaskular berbeda dengan seks yang berenergi atau banyak gerak, seperti disampaikan Tina.

Memang seks bisa masuk dalam aktivitas fisik tapi efek secara fisiologis masih jauh dari olahraga. Seks ini mirip dengan olahraga dalam hal meningkatkan detak jantung.

“Jadi, meski Anda memiliki kehidupan seks yang luar biasa tapi tidak bisa menggantikan aktivitas fisik berolahraga,” kata Tina seperti dilansir dari Liputan6.com (16/03/2019).

Tak ada ruginya olahraga

Lagipula, tak ada ruginya Anda berolahraga. Sudah banyak bukti yang menunjukkan hubungan yang jelas antara olahraga dengan peningkatan vitalitas tubuh.

Salah satu bukti manfaat olahraga terungkap Massachusetts Male Aging Study, pria yang rata-rata membakar 200 kalori sehari lebih kecil kemungkinannya mengalami impotensi.

Bagi perempuan, olahraga juga meningkatkan stamina bercinta. Fleksibilitas dan kekuatan panggul pun meningkat. Juga, bisa meningkatkan durasi orgasme.

Selain itu, melakukan olahraga secara rutin dan terukur, bisa membuat tubuh jadi lebih bugar sehingga aktivitas harian terasa lebih mudah dijalankan. Olahraga juga membuat suasana hati lebih baik serta menjauhkan dari stres dan kecemasan. (Uli)