Sadis, Oknum Polisi Tembak Istrinya Sendiri

Rabu, 21 Oktober 2015
Info Banten | Uploader Arif
loading...

BATAM, indolinear – Aksi sadis dilakukan oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala (Bripka) hampir tak bisa dibayangkan. Sebagai aparat penegak hukum, bukannya ia melindungi istrinya, malah ia sendiri yang menghabisi nyawanya. Oknum polisi ini diduga telah menembak istrinya sendiri hingga tewas, Senin (19/10/2015).

Bripka STS diketahui sehari-hari bertugas di Kolsek Kepenuhan, Pekanbaru. Pagi itu sekira pukul 07.00 Wib, dikabarkan Bripka STS melaksanakan apel pagi di Mapolsek Kepenuhan. Usai apel, ia kembali ke rumahnya di Muara Nilam. Sekira pukul 08.00 Wib, STS pulang ke rumah. Terdengar pertengkaran mulut antara Bripka STS dengan istrinya, Risma Br Nainggolan. Selepas itu terdengar suara letusan seperti tembakan.

Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung SIK MHum setelah mendengar kabar ini langsung turun ke Polsek Kepenuhan. Kapolres kepada Riau Pos, mengatakan Piket Pelayanan Polsek Kepenuhan menerima laporan dari masyarakat, di rumah Bripka STS terjadi perkelahian.

Sekira pukul 11.00 Wib, anggota Polsek Kepenuhan tiba di rumah STS. Mereka menemukan Risma Br Nainggolan telah terbaring di depan rumah dengan posisi setengah telungkup.

“Korban Risma Br Nainggolan ditemukan di teras rumah dalam kondisi meninggal dunia. Kami juga menemukan proyektil peluru dari senjata api Revolver,’’sebut Kapolres, seperti dikutip Batampos.co.id, Selasa (20/10/2015).

Bripka STS saat ini sedang melaksanakan PAM di sebuah bank swasta nasional, ia berhak menenteng senjata api laras pendek Revolver.

“Saat dilacak ke sana, Oknum Bripka STS sudah tidak ada. Kemungkinan telah melarikan diri. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Dan melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan,” tegas Kapolres.

Ada lima luka di tubuh Risma. Risma Br Nainggolan meninggal dunia dengan mengalami luka tembak di kepala, punggung, perut, dada dan pinggul.

Hasil olah TKP yang di lakukan oleh anggota polisi, satu peluru bersarang tepat di kepala korban. Sedangkan empat peluru lainnya, berada di punggung korban. Diduga cekcok antara keduanya bermula dari rasa cemburu.

(epp/rpg/ril)

Sumber : pojoksatu.id

loading...