Rumahnya Terendam Banjir, Seorang Wanita Melahirkan Bayi Di Atas Pohon

FOTO: grid.id/indolinear.com
Rabu, 10 April 2019

Indoinear.com, Mozambik – Bagi seorang wanita yang sedang hamil pasti menginginkan proses melahirkan yang nyaman.

Demi kenyamanan pastinya penanganan tenaga medis sangat diperlukan dalam proses melahirkan.

Namun, ada beberapa wanita hamil yang akhirnya harus melahirkan karena keadaan dan situasi yang tak memungkinkan.

Sementara resiko bertaruh nyawa sangat besar bagi seorang wanita yang akan melahirkan.

Seperti yang dialami seorang wanita hamil ini.

Melansir dari Grid.id (09/04/2019), seorang perempuan hamil di Mozambik dikabarkan melahirkan di atas sebuah pohon mangga.

Hal ini terjadi setelah rumahnya direndam banjir akibat Topan Idai, pada Maret lalu.

mahnya hancur dan tenggelam karena diterjang badai, perempuan di Mozambik terpaksa melahirkan bayinya di atas pohon mangga.

Perempuan bernama Amelia ini naik ke atas pohon bersama dengan putranya yang baru berusia dua tahun saat air mulai naik dan merendam kediaman mereka di Mozambik tengah.

Di atas pohon, Amelia yang tengah mengandung anak keduanya, mulai merasakan kontraksi dan akan melahirkan.

“Saya tidak memiliki pilihan selain naik ke atas pohon, bersama dengan putra saya. Lalu rasa sakit itu mulai datang dan saya tidak memiliki siapa pun di sana untuk membantu saya,” ujar Amelia kepada UNICEF.

“Beberapa jam kemudian, saya sudah melahirkan bayi perempuan saya, Sara, di atas pohon mangga. Saat itu saya benar-benar hanya ditemani Sara dan anak laki-laki saya,” lanjutnya.

Keluarga kecil itu alhirnya bertahan di atas pohon dengan berpegangan pada ranting pohon.

Ia menunggu hingga sekitar dua hari sebelum banjir mulai surut dan tetangga mereka datang menyelamatkan mereka.

Saat ini, Amelia dan kedua anaknya tinggal di pusat akomodasi seadanya di Dombe, Mozambik utara.

Topan Idai menerjang wilayah Benua Afrika di selatan pada pertengahan Maret lalu, yang memicu terjadinya banjir, merendam ribuan rumah dan menggenangi kawasan pedesaan hingga mencapai ketinggian pohon di beberapa titik.

Lebih dari 700 orang dipastikan tewas di Mozambik.

Warga yang selamat juga masih terancam wabah penyakit kolera yang mematikan.

Rumahnya hancur dan tenggelam karena diterjang badai, perempuan di Mozambik terpaksa melahirkan bayinya di atas pohon mangga.

Ribuan warga mengungsi ke kamp-kamp pengungsian setelah lebih dari 50.000 tempat tinggal hancur akibat topan maupun banjir.

Pascabencana, warga juga mulai dilanda krisis air bersih dan sanitasi, dengan badan kesehatan PBB, WHO, memperingatkan bencana kedua jika ancaman penyakit menular berbahaya seperti kolera dan malaria tidak segera diatasi.

Upaya pencegahan telah dimulai dilakukan dengan pemberian vaksin kolera secara massal kepada para pengungsi di kota pelabuhan Beira yang berpenduduk 500.000.

Telah dilaporkan pasca bencana tersebut ada sekitar 1.400 orang terancam penyakit kolera. (Uli)