Rumah Warga Di Tengah Pemakaman Padat, Menyendiri Tidak Punya Tetangga

FOTO: merdeka.com/indolinear.com
Selasa, 28 Desember 2021
Unik | Uploader Yanti Romauli

Indolinear.com, Jakarta – Pemakaman identik membuat banyak orang bergidik. Tak sedikit orang yang enggan untuk sekadar melewati area tempat peristirahatan terakhir tersebut.

Namun, satu keluarga berikut ini justru berbeda. Mereka tak segan untuk tinggal dan menetap di tengah-tengah area pemakaman padat.

Lantas, seperti apa ceritanya? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari Merdeka.com (27/12/2021).

Rumah Dekat Makam

Berlokasi di tengah Kota Subang, Jawa Barat, area pemakaman tersebut nampak bersih dan terawat dengan baik. Ternyata, ada sosok di balik semua hal itu.

Makam, bunga kamboja putih, dan sederet kunjungan dari para peziarah menjadi pemandangan sehari-hari milik keluarga pemberani nan tangguh ini. Mereka ini lah yang tulus bekerja sebagai penggali dan penjaga kubur serta tak segan untuk tinggal menetap di tengah area pemakaman.

“Tinggalnya itu di tengah-tengah makam seperti ini. Ini gak kebayang kalau malam-malam lewat ke sini ya,” terang sang pemilik video.

Kamar Dekat Makam

Menilik lebih dalam, banyak pemandangan yang tak biasa. Salah satunya yakni posisi sebuah ruangan yang begitu dekat dengan sejumlah pusara.

Antara ruangan dan pusara tersebut hanya dibatasi sebuah anyaman bambu yang menjadi tembok rumah. Beberapa pepohonan juga nampak menghiasi.

“Ini gak tahu dapur, gak tahu kamar, tapi di belakangnya ini ada makam,” sambungnya.

Tak sendiri, beberapa pria yang bekerja sebagai penggali dan penjaga kubur tersebut pun juga tinggal bersama keluarga secara lengkap. Mereka mengaku sama sekali tak merasa segan untuk tinggal di area pemakaman tersebut.

“Ini sekeluarga tinggal di sini?” tanyanya.

“Iya,” singkat seorang pria.

Bahkan, mereka mengaku telah tinggal dalam waktu yang tak singkat. Keluarga tersebut telah hidup dan menyatu di area pemakaman selama 20 tahun.

“Sudah 20 tahun,” terangnya.

Tak Patok Harga

Menariknya, pemilik rumah tersebut memiliki hati yang begitu mulia. Mereka sama sekali tak mematok harga untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra itu.

“Jadi guys. Bapak ini kalau misalkan ada yang meninggal dan meminta digalikan kubur, (beliau) tidak mematok harga,” ujarnya, menirukan keterangan salah satu pria.

Sementara anggota keluarga pria bekerja sebagai penggali kubur, anggota keluarga wanita lainnya melakukan perawatan makam. Dalam beberapa kali, mereka mendapatkan pekerjaan untuk sekadar membersihkan rumput, menyapu, dan lain sebagainya.

“Saya menjaga kubur, ya disuruh babat-babat,” sambungnya. (Uli)

loading...