Rudolf Hess, Kaki Tangan Diktator Hitler Tewas Tercekik

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Sabtu, 18 September 2021
loading...

Indolinear.com, Berlin – Rudolf Hess merupakan mantan wakil pemimpin Nazi Adolf Hitler yang ditemukan tewas dicekik di Penjara Spandau, Berlin di usia 93 tahun.

Hess adalah anggota terakhir dalam lingkaran Hitler yang masih hidup dan satu-satunya tahanan di Spandau sejak 1966, seperti dilansir dari Liputan6.com (16/09/2021).

Hess, seorang pengikut awal Nazisme yang setia, berpartisipasi dalam kegagalan “Beer Hall Putsch” Hitler pada tahun 1923.

Kemudian, dia melarikan diri ke Austria, tetapi secara sukarela kembali ke Jerman untuk bergabung dengan Hitler di penjara Landsberg.

Selama delapan bulan di penjara, Hitler menceritakan kisah hidupnya, yang tertuang dalam buku Mein Kampf kepada Hess.

Pada 1933, Hess menjadi wakil pemimpin partai Nazi, tetapi Hitler kehilangan kepercayaan pada kemampuan kepemimpinannya dan menjadikannya urutan kedua dalam garis sukses setelah Hermann Goering.

Awal Mula Penangkapan Rudolf Hess

Pada Mei 1941, Hess mencuri sebuah pesawat terbang dan mendaratkannya di Skotlandia dalam misi untuk merundingkan perdamaian antara Inggris dan Jerman.

Dia segera ditangkap oleh otoritas Inggris. Proposal perdamaiannya tidak mendapat tanggapan dari Inggris.

Sebenarnya, proposal itu sama dengan tawaran damai yang dibuat oleh Hitler pada Juli 1940, tentang mengakhiri permusuhan dengan Inggris dan kerajaannya dengan imbalan kebebasan Jerman di benua Eropa.

Namun, pada Mei 1941, Pertempuran Inggris telah dikalahkan oleh Jerman, dan Hitler mengutuk Hess karena menderita delusi dengan berpikir bahwa kebangkitan Inggris akan membuat perdamaian.

Diadili di Inggris sampai akhir perang, Hess diadili di Nuremberg setelah perang dengan Nazi lainnya. Dia telah melewatkan tahun-tahun terburuk kekejaman Nazi dan telah mencari perdamaian pada tahun 1941.

Akhirnya dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan ditahan di Penjara Spandau di Berlin. Uni Soviet, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis berbagi tanggung jawab dalam menjaganya.

Pada 17 Agustus 1987, dia ditemukan tewas tercekik di sebuah kabin di halaman latihan di Penjara Spandau.

Setelah ditelusuri, dia mencekik dirinya sendiri sampai mati dengan kabel listrik yang dia temukan di sana. (Uli)