RSUD Tangerang Kebakaran, Perlu Sekitar Rp4 Miliar Untuk Proses Pemulihan

FOTO: wartakota.tribunnews.com/indolinear.com
Minggu, 17 Maret 2019

Indolinear.com, Kota Tangerang – RSUD Kota Tangerang kembali beroperasi normal setelah kejadian kebakaran pada 25 Februari 2019 lalu. Rumah sakit milik pemerintah itu pun memerlukan dana Rp. 4 miliar untuk proses pemulihan.

Komisi II DPRD Kota Tangerang yang membidangi kesehatan mendorong agar operasional RSUD Kota Tangerang segera dipulihkan.

Untuk itu, telah dilakukan dengar pendapat atau hearing antara wakil rakyat dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Amarno menjelaskan dalam hearing disepakti dilakukan recovery terhadap RSUD.

Agar rumah sakit Pemkot Tangerang ini bisa segera melayani masyarakat.

“Kami sudah hearing kemarin dan disepakati untuk anggaran recovery akan digelontorkan Rp 4 miliar,” ujar Armano, dilansir dari Wartakota.tribunnews.com (16/03/2019).

Atas berbagai pertimbangan, dana pemulihan tersebut tidak diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Melainkan bersumber dari dana BLUD.

Pertimbangan pembiayaan recovery diambil dari BLUD kata Amarno adalah untuk percepatan recovery.

“Kalau mengambil dari APBD rasanya akan sangat lama, lagi pula anggarannya tidak terlalu besar, hanya Rp 4 miliar. Tapi walau begitu sempat kami tanyakan apakah RSUD ini memiliki anggaran sebesar itu, mereka bilang punya, ya akhirnya kita sepakati,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan penggunaan anggaran BLUD untuk recovery rumah sakit berlantai delapan itu tidak melanggar aturan.

“Payung hukum penggunaan anggaran tersebut termasuk yang kita bahas dalam hearing dan yang kita gunakan itu Keppres No.6 Tahun 2007,” kata Armano.

Amarno menambahkan, dengan anggaran Rp 4 miliar itu, jangka waktu proses recovery harus sudah selesai dalam 60 hari kalender.

“Bukan 60 hari kerja, tapi 60 hari kalender,” ungkapnya.

Disinggung nasib pasien yang sebelumnya diungsikan ke rumah sakit lainnya, menurut Amarno dari total 165 orang pasien, hanya tersisa 90 orang yang masih dirawat.

“Sisanya sudah pulang karena sembuh,” tuturnya.

Sementara terhadap yang masih dirawat, kata anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini, karena seluruhnya merupakan pasien BPJS maka dianggap sebagai pasien rujukan.

Sehingga tidak perlu dikembalikan ke RSUD Kota Tangerang.

“Langsung dirawat di masing – masing rumah sakit tersebut. Karena saat ini yang baru dilayani hanya untuk poli saja,” beber Armano.

Sementara itu Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, Lulu Faradis mengatakan untuk pelayanan rawat jalan sudah berjalan normal.

“Kecuali poli mata, THT dan rehab medik dan pasien rujukan belum bisa,” papar Lulu. (Uli)