Royal Enfield Siapkan Amunisi Baru, Berikut Ini Bocorannya

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Selasa, 12 Mei 2020

Indolinear.com, Jakarta – Royal Enfield (RE) dikabarkan memiliki motor baru bermesin 350cc yang diberi nama Meteor 350. Info yang beredar, motor anyar ini akan menggantikan posisi Thunderbird 350 yang sudah lebih dulu eksis. Meski belum dilepas ke pasar, informasi harganya diperkirakan 1,75 Lakh atau Rp 33 jutaan.

Sebelum ramai dibicarakan, model prototipenya bernama Fireball. Pihak RE ingin menghidupkan kembali kesan ikonik, maka dipilihlah Meteor. Karena jenama itu sangat familiar di negara asalnya India dan pernah terkenal pada era 1950-an di benua Amerika.

Gambar-gambar yang tidak disamarkan itu kabarnya berasal dari Kutch, Gujarat, India bagian barat. Foto Meteor 350 terpampang jelas dan seperti didapat dari hasil pemotretan selama pembuatan TVC (TV Commercial).

Perusahaan belum mengungkapkan jadwal peluncuran final untuk model terbaru itu. Ada kemungkinan diluncurkan pada pertengahan 2020, sekitar Juni atau Juli. Tetapi sepertinya tertunda lantaran pandemi coronavirus masih terjadi di sana.

Karena disiapkan untuk mengganti Thunderbird 350, maka ia sudah standar emisi BS6. Sejak April 2020 pemerintah India sudah memberi aturan ketat mengenai emisi gas buang.

Tidak seperti seri-seri Royal Enfield 350 sebelumnya, Meteor menjadi satu-satunya line-up yang menggunakan mesin satu silinder SOHC dengan sistem injeksi bahan bakar, dilansir dari Liputan6.com (10/05/2020).

Mesin Meteor berkapasitas 346 cc, fuel injection berpendingin udara. Kalau Thunderbird bisa menghasilkan 19,8 hp dan torsi 28 Nm, maka model terbaru ini dikabarkan punya tenaga lebih.

Setidaknya dapat mengehembuskan daya sebesar 22-24 hp dan torsi 28 Nm. Hasilnya itu disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual 5 percepatan.

Dengan mesin yang sudah sesuai BS6, kemungkinan bakal menawarkan peningkatan efisiensi bahan bakar. Model sebelumnya diklaim bisa menempuh jarak 30-35 km/liter.

Diharapkan Royal Enfield baru ini bisa memberikan hampir 37-40 km/liter untuk penggunaan dalam kota. Selain itu, berkat teknologi injeksi yang diterapkan, ia jadi lebih ringan, lebih cepat, responsif, dan lebih rendah getaran serta kebisingan.

Mempertahankan Karakter Thunderbird

Royal Enfield Meteor menggunakan sasis single-downtube yang serbabaru. Kerangka model ini dinamakan J-platform, diklaim dapat meningkatkan karakteristik penanganan sepeda motor penjelajah. Nantinya juga bakal menopang mesin RE dikelas entry level macam seri Classic dan Bullet generasi terbaru.

Generasi baru mempertahankan karakter serupa dengan Thunderbird. Hanya ada beberapa bagian detail menjadi pembeda. Meteor 350 hadir dengan tangki bahan bakar baru, lebih besar dan dinamis. Bagian bodi samping juga diupgrade agar selaras, serta fender depan-belakang lebih lebar.

Lampu depan dilengkapi bezel krom, dan panel instrumen berbentuk bulat yang ukurannya lebih besar dibanding Thunderbird. Sekarang mengadopsi kombinasi analog-digital yang dibagi menjadi dua bagian. Sebelah kanan dimensinya lebih kecil diduga untuk takometer, satunya lagi diisi beberapa indikator digital.

Sementara untuk jok pakai model terpisah dan lebih luas, tidak seperti pendahulunya. Bagian footpegs direvisi dan di bagian belakang memakai stoplamp bundar dengan bezel krom di tiap sisi. Sinyal belok diposisikan di sebelah pelat nomor, yang ditempatkan di sisi bawah.

Suspensi depan masih teleskopik dan shock absorber ganda untuk belakang. Roda berukuran 17 inci dengan pelek model ‘V’ yang di bibirnya dipasangkan list warna cerah. Bagian pengereman sudah pakai cakram depan belakang serta ABS dual-channel.

Motor anyar ini mendapat skema warna kuning cerah, sama seperti yang ditawarkan Thunderbird 350. Namun hingga sekarang belum ada informasi tambahan mengenai varian cat. Meteor 350 ditargetkan untuk pengendara muda yang ingin motor lebih besar.

Secara keseluruhan, Royal Enfield saat ini fokus kepada upaya peningkatan kualitas produk yang bisa diterima oleh seluruh kalangan. (Uli)

INFORMASIKAN PADA SAHABAT:

Berita Menarik Lainnya