Riwayat Penyakit BJ Habibie Yang Dirawat Intensif Di RSPAD Gatot Soebroto

FOTO: tribunnews.com/indolinear.com
Rabu, 11 September 2019

Indolinear.com, Jakarta – Mantan Presiden BJ Habibie saat ini sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto.

Kondisi kesehatan Habibie dikabarkan menurun mulai Minggu (1/9/2019).

Habibie dikatakan memiliki masalah kesehatan jantung serta kelelahan.

Dikutip dari Tribunnews.com (10/09/2019), Habibie beberapa kali harus dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang lemah.

Berikut ini riwayat kesehatan dari Habibie sejak tahun 2014 hingga kini:

  • Profil Ilham Akbar Habibie, Putra BJ Habibie yang Bangun Gedung Pollux Tertinggi di Indonesia

20 Oktober 2014, Habibie dirawat di RS Borromeus Bandung karena kelelahan

25 Oktober 2014, Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kelelahan

22 Agustus 2015 Habibie dirawat di rumah dan mendapatkan perawatan

4 Maret 2016 Habibie dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena demam dan infeksi bakteri

Maret 2018 Habibie dirawat di rumah sakit di Kota Munchen, Jerman

Agustus 2018 Habibie dirawat di RSPAD karena kelelahan

1 September hingga kini, Selasa (10/9/2019) Habibie di RSPAD Gatot Soebroto

Penyebab Habibie Kini Dirawat di RSPAD

Putra ketiga mantan Presiden Indonesia BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie memberikan pernyataan terkait kondisi kesehatan sang ayah yang simpang siur.

Hal itu dikatakan Thareq di RSPAD Gatot Soebroto pada Selasa (10/9/2019) malam.

Thareq mengatakan penyebab Habibie yang mendapatkan perawataan intensif.

Ia juga menerangkan sakit yang diderita oleh mantan presiden RI tersebut.

“Sakitnya yaitu lemah, letih, karena Beliau beraktivitas terlalu banyak sehingga jantungnya tidak mengikuti lagi,” ujar Thareq.

Thareq lalu memberikan perumpamaan kondisi jantung Habibie.

“Jantungnya akhirnya kalau namanya orang kayak bapak tidak pernah biasa lari marathon, tiba-tiba diminta lari marathon kan jantungnya akan berdebar-debar.”

“Beliau ini walaupun olahragawan kan Beliau setiap hari berenang, karena sudah menua akhirnya tidak bisa berenang tidak seperti dulu lagi, walaupun dulu jantungnya jantung sport tapi sekarang adalah proses alamiah bahwa semua hal, semua organ di badan melemah sesuai dengan umur.”

Selain itu, saat berada di rumah, Habibie terus banyak menerima kunjungan.

Sehingga dirasa tak efektif untuk melakukan perawatan di rumah.

Dan diputuskan untuk dirawat di RSPAD.

“Karena banyak orang kunjungi bapak, otomatis bapak lemas, capek sendiri, karena bapak mau menunjukkan sehat. Memang tidak ada salahnya tapi kita harus tahu diri bahwa itu orang tua,” tambahnya. (Uli)