Ridwan Kamil Cerita Mitos Pernikahan Saat Menjadi Sopir Dadakan Sri Sultan HB X

FOTO: liputan6.com/indolinear.com
Jumat, 10 Desember 2021
loading...

Indolinear.com, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terbilang aktif di media sosial. Terkadang ia membahas hal-hal yang dianggap serius dengan gaya yang ringan, bahkan menggelitik. Gaya itu juga ditampilkan Emil, sapaan akrabnya, saat mengunggah pertemuannya dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Keduanya sepakat membangun aksi narasi persatuan. Emil dan Sri Sultan sama-sama ingin memecahkan mitos tentang larangan pernikahan gadis Sunda dan lelaki Jawa.

Mitos tentang sulitnya menyatukan wanita berdarah Sunda dengan pria Jawa, baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Yogyakarta, diyakini masih terjadi di era modern seperti sekarang. Mitos itu coba dikikis Emil dan Sri Sultan.

Dengan membangun aksi narasi persatuan, kedua gubernur ini memberikan nama jalan masing-masing di daerahnya, seperti di Yogyakarta, sudah hadir nama Jalan Padjajaran dan Jalan Siliwangi. Sedangkan di Bandung sudah ada Jalan Majapahit dan Jalan Hayam Wuruk.

“Di Jogja, ada nama jalan, namanya Padjajaran. Ini menandakan di Jogja di tanah Jawa jalan Padjajaran dan Siliwangi sebagai simbol perdamaian itu sudah hadir. Dan di Jawa Barat ada jalan namanya jalan Hayam Wuruk dan Majapahit,” tutur Emil dalam unggahan Instagram-nya, dilansir dari Liputan6.com (09/12/2021).

Saat Sri Sultan datang ke Bandung, Emil mendadak jadi sopir pribadinya. Ia memakai mobil listrik untuk berkeliling Bandung.

Tanda Persahabatan

Selama berkendara, Kang Emil mengatakan bahwa gadis Sunda dilarang menikahi lelaki Jawa itu mitos. “Itu hanya mitos yang diproduksi dalam menafsirkan peristiwa bersejarah Perang Bubat yang sudah jauh lewat dan memiliki multitafsir sejarah,” tulis Ridwan.

Ia menambahkan, mungkin belum banyak yang tahu bahwa di Alun-alun Utara Yogyakarta, salah satu pohon beringin yang bernama Wijayandru, bibitnya diambil dari Keraton Padjajaran di Jawa Barat. Selain itu, Tarian Bedhoyo Sapto ciptaan Sri Sultan adalah terjemahan dari Serat Pajajaran yang diekspresikan dalam sendra tari keraton Jogja.

Emil menegaskan bahwa hadirnya nama jalan ini menandai persahabatan Sunda-Jawa yang sangat harmonis. “Untuk itu, mari kedepankan narasi yang membawa rasa persatuan dan perdamaian,” tutupnya.

Ultah Pernikahan

Beberapa hari sebelumnya, Emil menarik perhatian karena berbagi unggahan tentang ulang tahun pernikahan dengan istrinya, Atalia Praratya. Keduanya merayakan ultah ke-25 pernikahan mereka.

“Hari ini 7 Desember, 25 tahun yang lalu, kami mengikat janji untuk menjalani suka duka bersama. Alhamdulillah Allah SWT mengabulkan doa saya dan separuh aku @ataliapr untuk bisa melewati 25 tahun bersama dengan penuh kebahagiaan lahir batin.” tulis Emil dalam unggahan pada 7 Desember 2021.

“Semoga Allah memberikan kemurahanNYA untuk memberi kami perjalanan bahagia selanjutnya di 25 tahun berikutnya. Aamin,” sambungnya. Atalia juga membagikan unggahan serupa. Bedanya, ia mengunggah reel yang menunjukkan foto-foto sedang bermotoran dan foto bersama keluarganya.“

“Ini tentang sebuah perjalanan hidup dari dua menjadi lima. Tidak selalu indah Tidak selalu mudah, namun semoga selalu SAMARA penuh nilai ibadah.. Aamiinn.. 25 years and still counting…,” tulis Atalia.

Menanggapi pasangan tersebut yang tengah merayakan ultah pernikahan, warganet kompak memberikan doa yang terbaik untuk keduanya. “Happy anniversary bapak keren @ridwankamil dan bu cinta @ataliapr semoga SAMAWA selalu… Allah berikan limpahan kasih sayang,” komentar seorang warganet. (Uli)